Bupati Bengkalis Lantik Pengurus LAMR Pinggir
Kamis, 15 Mei 2014 18:36 WIB
BENGKALIS - Bupati Bengkalis, Riau, Herliyan Saleh, melantik pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Pinggir pada Kamis (15/5) yang juga dihadiri Sekda yang juga Ketua LAMR Kabupaten Bengkalis Burhanuddin, anggota DPRD Amril Mukminin dan Camat Pinggir Kasmarni.
Acara pelantikan digelar di Gedung LAMR Pinggir, Desa Balai Pungut. Adapun ketua LAMR Pinggir yang dilantik adalah Al Azmi. Bupati dalam pengarahannya meminta kepada pengurus yang telah dilantik menyusun program kerja. Sekali amanah dipikul, tempatkan seluruh kemampuan dengan sebaik-baiknya.
“Tunjuk ajar Melayu mengingatkan kita, bahwa untuk menjalankan amanah hendaknya dilakukan dengan merapatkan barisan, berpadu satu dalam persebatian yang kokoh. dari perpaduan ini akan lahir rasa kebersamaan yang menjadi kunci kekuatan kita semua,” ujar Bupati.
Pengurus LAMR dituntut harus dapat menjadi tali pengikat dan payung pemersatu dan memberikan kontribusi berupa pemikiran dan ide-ide serta nasehat dalam rangka mendukung proses pembangunan di Kabupaten Bengkalis Negeri Junjungan yang dicintai. LAMR juga harus menunjukan jati diri sebagai lembaga yang mampu menjawab dan menjernihkan seluruh persoalan-persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Keberadaan LAMR sebagai payung bagi masyarakat, tidak hanya memayungi suku melayu semata, namun juga sebagai payung pemersatu seluruh suku dan etnis yang ada di Kecamatan Pinggir. Keberadaan berbagai ragam budaya di Kabupaten Bengkalis menjadi sebuah khazanah kekayaan budaya yang patut kita lestarikan. Pengurus LAMR Kecamatan Pinggir harus bijak dalam merangkul semua eleman masyarakat yang ada,” pesan Bupati.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melestarikan adat dan budaya sebagai salah satu kekayaan yang menjadi warisan di bumi melayu ini. Di tengah modernisasi zaman dan kecanggihan teknologi saat ini ternyata kekayaan budaya sebagai warisan nenek moyang masih memiliki nilai tersendiri di mata masyarakat. namun fakta yang terjadi saat ini, upaya pelestarian budaya mulai kurang diminati oleh kaum muda.***(mcr-andreas)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

