Bupati Kampar Buka Peminat Magang Budidaya Bawang
Rabu, 11 Desember 2013 11:43 WIB
KAMPARKIRI - Wajah Bupati Kampar Jefry Noer sontak berseri-seri saat hamparan luas tanaman bawang merah terpampang di hadapannya Selasa sore (10/12/13).
Jefry sengaja datang bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar Eva Yuliana ke pilot project bawang merah Desa Sei Geringging Kecamatan Kampar Kiri yang bakal dipanen pada 21 Desember mendatang itu.
"Ini benar-benar luar biasa. Meski kita tanam di lahan dan cuaca yang ekstrim, hasilnya ternyata bagus," katanya kepada Camat Kampar Kiri Irianto yang berdiri di sisi kiri Jefry.
Ada 2,5 dari 8 hektar tanaman bawang yang sudah siap panen. Sementara sisanya baru berumur sekitar 3 minggu dan ada pula yang berumur 10 hari.
Puas melongok tanaman bawang itu, Jefry mengajak Eva naik sepeda motor ke komplek Balai Benih Unggul yang berjarak sekitar 1 kilometer dari tanaman bawang merah itu. Di sana, sudah ada 3 hektar lahan yang sudah hampir rampung dan segera bisa ditanami bawang merah.
"Kita rencanakan 5 hektar. Tapi yang mau rampung baru segitu," kata Lukman, perwakilan Dewan Bawang Nasional yang menjadi pengawas lapangan pilot project itu.
Rimbunnya tanaman bawang merah tadi rupanya sudah membikin 70 persen masyarakat Geringging ngiler untuk ikut bertanam bawang.
"Masyarakat kami ada 237 kepala keluarga. Mereka ingin menjadi petani bawang merah. Tak lagi sekadar menjadi pekerja. Tempo hari kan ada 80 perempuan yang bekerja menanam bawang di sini. Lalu ada 20 laki-laki pula," kata Kades Sei Sei Geringging, Busmaini.
Jefry Noer menyambut baik keinginan masyarakat itu. "Segera saja didata berapa orang yang serius. Tapi mereka tak langsung berusaha sendiri. Kita magangkan dulu selama 1 siklus (1 siklus. 60 hari). Selama magang mereka digaji," kata Jefry.
Selama magang kata Jefry, petani akan diajari cara mencangkul lahan, menanam, hingga perawatan. "Kalau mereka sudah dianggap bisa, nanti akan kita pinjamkan modal. Bisa saja lewat dana bergulir, Koperasi atau Bukopin," ujarnya.
Kalaupun kelak akan mengusahai sendiri kata Jefry, ada baiknya tiap petani mengusahai 2000 meter persegi dulu.
"Modalnya cuma sekitar Rp 20 juta. Dengan bibit sekitar 300 kilogram, hasilnya bisa 3 ton. Satu kilogram saja dijual Rp 20 ribu, 3 ton sudah RP 60 juta. Kurangi modal Rp 20 juta. Maka dalam satu siklus bisa untung Rp 40 juta," Jefry merinci.
Kalau petani menggarap 2000 meter, ini berarti, lahan 125 hektar yang ada di Geringging, sudah bisa diusahai oleh 750 petani.
"Kelak kalau masyarakat Desa Sei Geringging sudah menuai hasil, petani dari kecamatan lain bisa magang di sini. Inilah cara lain bagi kita untuk mengepung Zero Kemiskinan, Pengangguran dan Rumah Kumuh itu," ujar Jefry.***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

