• Home
  • Sosial
  • Bupati Kampar Pinjami Modal Petani Bawang Merah

Bupati Kampar Pinjami Modal Petani Bawang Merah

Jumat, 31 Januari 2014 16:05 WIB

KAMPARKIRI - Puluhan warga yang hadir di saung dekat pilot project bawang merah Desa Sei Geringging, Kecamatan Kampar Kiri, Kamis (301/14) sore itu, langsung menarik napas plong mana kala proposal kelompok tani yang mereka ajukan mendapat persetujuan dari tim verifikasi pinjaman dana bergulir Pemkab Kampar. 

Lepas minggu pertama Februari, duit pinjaman sekitar Rp30 juta perorang itu, sudah cair.  Ada tiga dari 12 kelompok petani bawang merah yang bakal menerima kucuran dana bergulir itu, antar lain Kelompok Tani Jaya Bersama dan Tani Jaya dan Bawang Merah Warga (BMW). Sisanya segera menyusul, setelah menyempurnakan administrasi. 

Di luar dugaan, mulai hari ini (Jumat) tiga kelompok ini sudah bisa mengolah lahan kelompok. Sebab tiba-tiba saja Jefry Noer bersedia meminjami duit untuk biaya pengolaan lahan. Masing-masing kelompok dipinjami Rp10 juta. "Kalau pinjamannya sudah cair, langsung diganti, ya," pinta Jefry sembari menyerahkan tiga gepok duit pecahan Rp100 ribu kepada Camat Kampar Kiri Irianto, mewakili kelompok tani tadi. 

An Sadino, Ketua Kelompok Jaya Bersama geleng-geleng kepala melihat perlakuan Jefry itu. “Kami ndak menyangka Pak Bupati sampai seperti itu kepada kami,” kata ayah tiga anak ini yang kebetulan berdiri di luar saung itu. 

“Pokoknya, segerakan olah lahannya. Cek keasaman tanahnya. Kalau bisa cepat, ngapain lambat,” kata Jefry. 

Selain Camat Kampar Kiri, di antara kerumunan warga itu ada Wakil Ketua DPRD Kampar Eva Yuliana, Dirut Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sari Madu Eko Atmojo, Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Cokroaminoto, Sekretaris Hendri Dunan, Kabag Ekonomi Sudiarto dan Kades Sei Geringging Busmaini. 

Sore itu, Jefry sengaja datang ke Desa Sei Geringging untuk memberikan motivasi kepada para kelompok tani bawang merah tadi, sekaligus mengecek apa-apa saja kendala yang mereka hadapi. Sebab bagi Jefry, kelompok tani bawang merah ini adalah pelaku utama untuk menyukseskan misi Pemkab Kampar menjadi sentra bawang merah di Sumatera. 

“Saudara-saudara musti tetap memupuk semangat dan keyakinan. Bahwa lewat pertanian bawang merah ini, Saudara bisa mengubah hidup dan maju. Jangan sesekali pesimis. Sebab kalau pesimis, Saudara akan sulit berhasil. Ingat, saya dan Saudara musti optimis bahwa akhir tahun ini Sei Geringging sudah Zero Kemiskinan, Pengangguran dan Rumah Kumuh,” Jefry mengingatkan. 

Kepada perwakilan Dewan Bawang Merah Nasional (DBMN) Lukman yang juga hadir dalam pertemuan itu, Jefry berharap supaya juga memberikan masukan dan bimbingan kepada para kelompok tani tadi. “Tolong mereka dibimbing supaya mereka benar-benar berhasil,” pinta Jefry. 

Busmaini cerita, sejak ide Jefry bertanam bawang berbuah hasil, warga Desa Sei Geringging sudah tak sabaran lagi untuk terjun menjadi petani bawang merah. Sudahlah menjanjikan, siklus tanamnya juga pendek. Hanya 60 hari. 

“Itulah makanya, dalam tempo singkat kelompok tani bawang merah terbentuk di desa ini. Satu kelompok rata-rata beranggotakan 10 orang. Lahan yang bakal diolah tiap kelompok seluas 2,5 hektar. Semua lahan kelompok tersebar di desa ini,” katanya. 

Hanya saja, tak semua proposal pinjaman dana bergulir kelompok langsung mendapat persetujuan. “Pinjaman kan tetap pakai agunan. Kebetulan yang tiga kelompok punya agunan sertifikat rumah dan surat tanah,” terangnya. 

Lantaran para kelompok tani ini sudah akan beraktivitas, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura pula langsung ambil ancang-ancang untuk memberikan bimbingan teknis dan pengawalan terhadap aktivitas kelompok tadi. 

“Kami akan rutin membimbing dan mengawasi mereka. Sebab jika mereka berhasil, keberhasilan mereka itu adalah keberhasilan dinas Pertanian juga yang notabene adalah Pemkab Kampar,” kata Cokroaminoto.***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar