• Home
  • Sosial
  • Bupati Meranti Minta Pusat Bantu Bangun Infrastruktur di Pulau Terluar

Bupati Meranti Minta Pusat Bantu Bangun Infrastruktur di Pulau Terluar

Kamis, 30 Januari 2014 18:57 WIB

SELATPANJANG - Untuk pembangunan infrastruktur dasar di pulau-pulau terluar di Kabupaten Kepulauan Meranti dibutuhkan keterlibatab dari pihak pusat.

Meski setiap tahun angaran alokasi APBD Meranti terus meningkat, namun belum mampu mengcover seluruh program pembangunan terutama untuk pulau terluar yang membutuhkan alokasi anggaran yang cukup  besar.

Demikian diungkapkan Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir  MSi, dalam menyikapi masih minimnya infrastruktur dasar di pulau-pulau terluar, mulai dari jalan, jembatan, listrik maupun ketersediaan air bersih untuk masyarakat.

"Kalau hanya dengan mengandalkan kekuatan APBD Meranti, jelas tidak cukup. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur di pulau-pulau terluar, sangat besar," katanya.

Bahkan angkanya mungkin bias dua kali lilpat dari membangun sarana infrastruktur yang sama di kawasan daratan sumatera. Untuk itu, harus ada keterlibatan  pemerintah propinsi dan pemnerintah pusat.

Secara bertahap lanjut dia,  Pemkab Kepulauan Meranti terus berupaya membangun infrastrukrur dasar di berbagai pelosok daerah di Meranti, termasuk pulau-pulau terluar.

"Untuk tahun anggaran 2013, Pemkab Meranti secara bertahap berupaya merentas keterisoliran desa-desa di pulau-pulau terluar dengan membangun jalan koridor di Pulau Rangsang dan Pulau Padang," jelasnya.

Dan upaya ini, akan terus dilanjutkan pada tahun anggaran 2014, dengan alokasi angaran mencapai puluhan milyar rupiah. Selain itu, dengan memanfaatkan besaran alokasi anggaran PNPM Mandiri Pedesaan, Pemkab Meranti juga berupaya menggenjor pembangunan infrastruktur dengan melibatkan lansung masyrakat.

"Semua itu, merupakan langkah konkrit Pemkab Mernti dalam upaya menggesa percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur  dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi masyarakat dipedesaan," ungkap Bupati Meranti.

Untuk persoalan lisrik, kata dia, optimis 2015 seluruh desa di Meranti dipulau-pulau terluar akan terang benderang melalui program penyediaan mesin ginset ke desa-desa.

"Demikian juga untuk infrastruktur jalan, mulai tahun 2014 ini, kita focus membangun infrastruktur jalan di pedesaan. Dan kita optimis, dalam kurun dua tahun kedepan akan mampu merentas keterisoliran desa-desa dengan pusat kota kecamatan," jelasnya.

Yang paling sulit, membangun ketersediaan air bersih di pulau-pulau terluar. Sumber air yang tersedia, hanya air laut dan air tanah (sumur bor), dan ini tentuhya membutuhkan sentuhan tekhnologi modern.

"Untuk itu, kita inginkan adanya program dari pemerintah pusat untuk membangun ketersediaan air bersih yang benar-benar permanen dari pemerintah pusat, " jelasnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi II DPRD Meranti H Falzan Surachman,  mengatakan saat ini Meranti memang harus kerja esktra keras untuk membangun berbagai sarana infrastruktur dasar bagi kesejahteraan masyarakat.

Dari evaluasi capaian program, untuk pembangunan penyediaan listrik pedesaan, upaya yang dilakukan Pemkab Meranti cukup berhasil dan menyentuh pada akar kebutuhan.

Demikian juga dengan pembngunan infrastruktur jalan, jembatan dan pelabuhan. Meskipun harus merangkak dan tertatih-tatih, upaya yang dilakukan secara berahap mulai diraskan masyarakat.

Apalagi pada 2014 ini Pemkab Meranti berkomitmen untuk menggesa percepatan pembangunan ifrastruktur jalan di pedesaan, kebijakan ini jelas akan memberikan dampak yang signifikan terhadap ketersediaan infrastruktur jalan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Untuk program penyediaan air bersih, hasilnya masih stagnan dan belum banyak merubah keadaan. Program penyediaan PAH, pada dasarnya untuk jangkap pendek," ungkapnya.

Sedangkan untuk kebutuhan jangka panjang, masih belum mampu direalisasikan. Dengan demikian, mau tidak mau masyarakat masih harus berharap dari air hujan, air kolam, air parit yang pada dasarnya tidak terlindungi.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar