Bupati Meranti Optimis Pulau Rangsang Terang Benderang
Kamis, 13 Maret 2014 13:07 WIB
SELATPANJANG - Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Irwan Nasir berjanji tahun 2014 Pulau Rangsang akan terang benderang. Hal ini dibuktikannya kepada warga di Desa Telesung, Kecamatan Rangsang Pessisir telah menikmati listrik.
Meskipun belum beroperasi 24 jam secara permanen, namun warga tidak lagi gelap-gelapan untuk menjalankan aktivitas di malah hari. Penyediaan listrik bagi warga ini, merupakan bagian dari program listrik pedesaan, mulai Rabu (12/3) di suplay listrik dengan kekuatan 100 KVA.
Pengoperasian listrik bantuan Pemkab Kepulauan Meranti ini, secara resmi pemakaiannya dibuka langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti Irwan.
Turut hadir mantan Wakil Bupati Benglalis Normansyah Abdul Wahab, Kepala Bappeda, Sekretaris Dinas Pertambangan Energi dan Sumber Daya Mineral Drs. Darlan, Camat Rangsang Pesisir, Kabag Umum M. Edy Afrizal, Kabag Humas Sekdakab Meranti Heri Suheri, para tokoh masyarakat.
Diharapkan dengan kekuatan 100 KVA ini, desa Telesung tidak lagi gelap saat malam. Aktifitas masyarakat akan semakin variatif dan yang sangat penting, anak-anak tak lagi belajar dengan terang lampu teplok.
"Insya Allah, 2015 mendatang Pulau Rangsang akan terang benderang, tak lagi menjadi pulai terluar yang sepi seakan-akan tak berpenghuni saat malam hari," ungkap Bupati.
Menurut Bupati, kebutuhan masyarakat tidak lagi tertumpu pada soal pangan, sandang dan papan. Seiring dengan perkembangan percepatan pembangunan, tuntutan kebutuhan dasar masyarakat turut terus meningkat.
Listrik menjadi salah satu kebutuhan yang sangat mendesak dan menuntut untuk segera di realisasikan. Persoalanya, listrik bagi masyarakat pedesaan sekarang, bukan hanya sebagai penerang.
Listrik bagi masyarakat memiliki peran yang multi dimensial. Dengan tersedianya listrik, berbagai aktifitas sosial, budaya dan usaha-usaha produktif bisa digerakkan.
Secara tidak langsung, dengan tersedianya listrik akan turut merubah pola pikir masyarakat dan menggesa terjadinya perubahan sosial yang mendasar bagi masyarakat. Pertimbangan inilah yang menjadi alasan Pemkab Meranti menggesa percepatan penyediaan listrik pedesaan.
“Kalau harus bergantung pada PLN, jelas akan memakan waktu lama. Sementara masyarakat sangat membutuhkan listrik. Untuk itu, Pemkab berupaya merealisasikannya melalui program listrik desa ini," katanya.
Upaya merealisasikan program ini, kata Bupati, tentunya membutuhkan angaran yang sangat besar. Hal ini juga yang menggiring Pemkab Meranti mengupayakannya secara bert.
Acara peresmian penggunaan mesin PLTD Program Penyediaan Listrik Pedesaan Pemkab Kepulauan Meranti ini seiring dengan Hari Ulang Tahun Desa Telesung yang ke I tahunnya.
Sebelum mekar, Telesung masuk dalam pemerintahan desa Bungur Kecamatan Rangsang. Seiring dengan pemekaran kecamatan Rangsang Pesisir, desa Bungur turur di mekarkan menjadi dua desa, yakni desa Tenggayun dan desa Telesung.***(adv/hum/fan)
Meskipun belum beroperasi 24 jam secara permanen, namun warga tidak lagi gelap-gelapan untuk menjalankan aktivitas di malah hari. Penyediaan listrik bagi warga ini, merupakan bagian dari program listrik pedesaan, mulai Rabu (12/3) di suplay listrik dengan kekuatan 100 KVA.
Pengoperasian listrik bantuan Pemkab Kepulauan Meranti ini, secara resmi pemakaiannya dibuka langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti Irwan.
Turut hadir mantan Wakil Bupati Benglalis Normansyah Abdul Wahab, Kepala Bappeda, Sekretaris Dinas Pertambangan Energi dan Sumber Daya Mineral Drs. Darlan, Camat Rangsang Pesisir, Kabag Umum M. Edy Afrizal, Kabag Humas Sekdakab Meranti Heri Suheri, para tokoh masyarakat.
Diharapkan dengan kekuatan 100 KVA ini, desa Telesung tidak lagi gelap saat malam. Aktifitas masyarakat akan semakin variatif dan yang sangat penting, anak-anak tak lagi belajar dengan terang lampu teplok.
"Insya Allah, 2015 mendatang Pulau Rangsang akan terang benderang, tak lagi menjadi pulai terluar yang sepi seakan-akan tak berpenghuni saat malam hari," ungkap Bupati.
Menurut Bupati, kebutuhan masyarakat tidak lagi tertumpu pada soal pangan, sandang dan papan. Seiring dengan perkembangan percepatan pembangunan, tuntutan kebutuhan dasar masyarakat turut terus meningkat.
Listrik menjadi salah satu kebutuhan yang sangat mendesak dan menuntut untuk segera di realisasikan. Persoalanya, listrik bagi masyarakat pedesaan sekarang, bukan hanya sebagai penerang.
Listrik bagi masyarakat memiliki peran yang multi dimensial. Dengan tersedianya listrik, berbagai aktifitas sosial, budaya dan usaha-usaha produktif bisa digerakkan.
Secara tidak langsung, dengan tersedianya listrik akan turut merubah pola pikir masyarakat dan menggesa terjadinya perubahan sosial yang mendasar bagi masyarakat. Pertimbangan inilah yang menjadi alasan Pemkab Meranti menggesa percepatan penyediaan listrik pedesaan.
“Kalau harus bergantung pada PLN, jelas akan memakan waktu lama. Sementara masyarakat sangat membutuhkan listrik. Untuk itu, Pemkab berupaya merealisasikannya melalui program listrik desa ini," katanya.
Upaya merealisasikan program ini, kata Bupati, tentunya membutuhkan angaran yang sangat besar. Hal ini juga yang menggiring Pemkab Meranti mengupayakannya secara bert.
Acara peresmian penggunaan mesin PLTD Program Penyediaan Listrik Pedesaan Pemkab Kepulauan Meranti ini seiring dengan Hari Ulang Tahun Desa Telesung yang ke I tahunnya.
Sebelum mekar, Telesung masuk dalam pemerintahan desa Bungur Kecamatan Rangsang. Seiring dengan pemekaran kecamatan Rangsang Pesisir, desa Bungur turur di mekarkan menjadi dua desa, yakni desa Tenggayun dan desa Telesung.***(adv/hum/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

