• Home
  • Sosial
  • Distamben Inhil Bakal Relokasi Dua Mesin Bio Massa

Distamben Inhil Bakal Relokasi Dua Mesin Bio Massa

Minggu, 26 Oktober 2014 19:42 WIB

TEMBILAHAN - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) setempat berencana merelokasi dua unit mesin PLTD bio massa ke wilayah utara.

Alasan Distemben untuk merelokasi dua unit mesin tersebut, karena daerah penerima bantuan mesin yakni Kelurahan Harapan Tani, Kecamatan Kempas dan Sencanang Kecamatan Keritang, saat ini sudah dilalui jalur listrik yang bersumber dari PLN.

"Sejak PLN masuk, dua unit mesin itu sudah tak difungsikan lagi. Sehingga ada rencana untuk direlokasi ke daerah utara Inhil. Di sana tentu masih membutuhkannya mengingat daerah itu masih minim alat penerangan," ujar Kepala Distamben Inhil, H Dianto Mampanini, kemarin.

Dua unit mesin itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil pada tahun 2011. Di mana saat itu kondisi kelistrikan daerah tersebut masih belum terjangkau PLN.

"Namun seiring berjalannya waktu, pada tahun 2013 jaringan PLN masuk di dua desa tersebut. Dengan demikian secara otomatis warga beralih memanfaatkan jaringan PLN. Karena lebih ekonomis dari sisi keuangan," katanya seperti dikutip riaupos.

Kapasitas mesin PLTD bio massa itu mencapai 125 KPA. Kondisi mesin sendiri dalam keadaan normal tidak ada persoalan. Hanya saja sudah tak difungsikan akibat masuknya jaringan PLN di sana. Namun tetap terawat karena ada petugas yang menjaganya.

Untuk diketahui, kata Dianto, kondisi kelistrikan di Inhil masih terbatas. Dimana saat ini rasioletrikfikasi baru mencapai 34,8 persen. Sangat jauh dari rasioletrifikasi secara nasional yang mencapai 60 persen.

"Dengan dua mesin yang sudah tak dimanfaatkan lagi itu, kita berharap dapat mengurangi rasio eletrifikasi kelistrikan khususnya di wilayah utara. Daerah itu sangat sulit untuk dijangkau PLN," terang Dianto kepada sejumlah wartawan.

Agar dapat merealisasikan relokasi itu ada beberapa hal yang mesti dilaksanakan. Seperti berkoordinasi dengan pemerintah pusat yang saat ini sedang proses untuk peralihan aset. Setelah aset itu dialihkan, langkah selanjutnya dikoordinasikan dengan bupati.

"Karena meyangkut pembiayaan dan administrasi lainnya. Yang jelas mesin-mesin tersebut harus dimanfaatkan supaya kondisi kelistrikan di daerah bisa teratasi," imbuh mantan Kadisdukcapil Inhil ini.***(adi-red)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar