Dua Desa Dijadikan Kandidat Desa Mode di Riau
Senin, 02 Desember 2013 18:38 WIB
SELATPANJANG - Desa Sugai Tohor Kecamatan Tebing Tinggi Timur dan Desa Mekong Kecamatan Tebing Tinggi Barat diusulkan oleh Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kepulauan Meranti ke Badan Koordinas Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau menjadi perwakilan Kepulauan Meranti sebagai kandidat Desa Percontohan untuk pengembangan Desa Mode di Provinsi Riau nantinya. Tim BKKBN Riau juga telah turun di dua desa ini untuk melakukan penilaian.
Sebagaimana diungkap Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kepulauan Meranti, Syarifah Zumah, Ahad (1/12/2013) kemarin.
Menurut Syarifah Zumah, ditunjuknya Meranti sebagai percontohan pengembangan Desa mode di rovinsi Riau, sebuah kepercayaan dan anugrah yang harus dilaksanakan dan syukuri. Sebab menurutnya tentu hal ini, dengan beberapa pertimbangan dari apa-apa yang sudah dilaksanakan di dua Desa tersebut.
Dikatakan Syarifah Zumah juga, untuk mewujudkan Desa yang berdikari melalui sumber daya yang ada di Desa itu sendiri dengan berbagai fasilitas dan kegiatan yang berhubungan dengan penguatan sebuah Desa menuju Desa yang sejahtera (well being). Menurutnya pula itu tidaklah mudah kalau tidak didukung dengan kebersamaan.
"Untuk itu kita mengharapkan kepada seluruh elemen masyarakat, stake holder agar dapat berpartisipasi untuk pengembangan desa mode nantinya,” katanya.
Syarifah menambahkan dalam rangka melaksanakan program KB di Kabupaten Kepulauan Meranti Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana denan segala keterbatasan terus berupaya meningkatkkan akses dan kualitas di berbagai bidang. Diakui Syarifah, hubugan masalah kependudukan dan KB terhadap keberhasilan pembangunan adalah, hubungan yang timbal bbalek dan perlu diprioritaskan.
“Masalah kependudukan adalah masalah yang sangat penting. Karena penduduk sebagai modal dasar pembangunan. Jumlah penduduk yang besar dengan kualitas rendah, dan dengan pertumbuhan yang cepat akan memperlambat tercapainya tujuan pembangunan,” sebutnya.
Sebaliknya, lanjut Zumah, keberhasilan dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk akan memperbaiki segala segi, pembangunan dan mempercepat terwujudnya masayrakat yang sejahtera. Karena kemajuan suatu daerah sebagian besar ditentukan oleh SDM dan bukan melimpahnya SDA.
Menurutnya, program KB buka saja berbicara jumlah anak dan alat kontrasepsi, akan tetapi bagaimanakita melihat anak-anak yang lahir kedepannya, berkualitas, tentunya dengan pemberian gizi yang cukup. Mulai dari kandungan, sampai dengan 1000 hari pertama kelahiran.
Oleh sebab itu program KB nasional, adalah upaya peningkatan kepedulian, dan peran sertamasyarakat melalui endawasaan perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan keluarga untu mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera menuju keluarga berkualitas.
“Semua itu menjadi komponen penting dalam penilaian Desa mode di Riau nantinya. Bagaimana keberhasilan Pemerintah Desa bersama masyarakatnya membangun keluarga yang menuju kesejahteraan nantinya,” ujarnya lagi.
Sebagai tambahan, tim yang sudah turun ke dua Desa tersebut diantaranya, H Anwar, Husin, dan Trisna mewakili BKKBN Riau. Dalam melakukan penilaian dan survey BKKBN juga melibatkanPusat Penilitian Peranan Wanita UNRI yang terdiri dari DR Roro Sri Kartikowati dan DR Murni Baheram. (Sawal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

