Gubri Curhat Masalah Peralatan BLK Ketinggalan Zaman ke Komisi IX DPR RI
Jumat, 16 Desember 2016 19:21 WIB
PEKANBARU - Peralatan pendukung pelatihan dan mesin praktek yang ada di Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di Jalan Terubuk sudah ketinggalan zaman.
Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan kemajuan zaman yang sudah sebagian besar menggunakan tekhnologi digital. Diperlukan satu inovasi dan pembaharuan (revitalisasi) perlatan praktek agar mereka yang kursus di BLK tersebut bisa bersaing di lapangan mengikuti perkembangan zaman yang terus berubah dari waktu ke waktu.
"Kita menyadari betul, peralatannya sudah tertinggal dan tak cocok lagi dengan perkembangan tekhnologi sekarang ini. Dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah provinsi, kita juga berharap pusat melalui Kementerian Temaga Kerja bisa membantu peralatan yang ada di BLK," kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, usai menerima kunjungan Komisi IX di Ruang Kkenanga, Jumat (16/12/16).
Menurut Andi Rachman (sapaan akrab Gubri) perlunya meng-update peralatan praktek di BLK tersebut sepertinya tidak bisa ditawar lagi. Terlebih Riau sendiri menjadi tujuan investasi dan pencari kerja di Indonesia, baik formal dan non formal.
Untuk itu, kesiapan masyarakat sangat dituntut dalam menguasai keahlian. Sementara peralatan pelatihan di BLK sendiri memprihatinkan untuk menunjangnya karena peralatan yang sudah tertinggal.
Melalui kunjungan Komisi IX ini diharapkan, wakil rakyat dari Senayan beserta Kementerian Tenaha Kerja (Kemenaker) diharapkan mau memberikan jalan dalam hal penganggaran peralatan.
"Pemda akan mencari BLK yang bagus untuk dicontoh di Indonesia. Riau nikan memang daerah imigrasi berkumpulnya tenaga se Indonesia. Ada terdidik ada tidak. Tapi tentunya juga harus didukung peralatan di BLK itu sendiri," papar Andi.
Sementara, anggota Komisi IX yang juga pimpinan rombongan komisi ke Riau Ansory siregar, juga memiliki pandangan yang sama soal revitalisasi perlatan di BLK.
Meski tidak menjanjikan apa yang disampaikan Andi Rachman akan bisa diwujudkan nantinya. Tapi Ansory menyatakan soal penggangguan yang di Riau bisa diatasi, karena ketersedia perlatan praktek memadai.
"zaman Soehato ada hibah untuk pengadaan peralatan dan pembangunan BLK Cuma tak diawasi dan tak diupdate. Pada hal BLK jika benar-benar dimanfaatkan akan mampu mengunarangi pengangguram," ujarnya.
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Gubernur Riau Teken MoU Bersama Badan Restorasi Gambut
-
Lingkungan
Riau Contoh Terbaik Dunia untuk Restorasi Gambut
-
Sosial
Gubernur Riau Sebut Kuansing Potensi Jadi Kawasan Pariwisata
-
Sosial
Peringatan HANI 2017, Gubri Minta Seluruh Unsur Berantas Narkoba
-
Hukrim
Muncul Spanduk Gelap Sudutkan Keluarga Gubri Soal Setoran Proyek
-
Sosial
Gubernur Riau Sebut Peredaran Narkoba Melalui Pelabuhan Tikus

