Halaman Kantor Disdukcapil Dumai Jadi Ladang Bisnis?
Hadi Pramono Minggu, 14 Oktober 2018 11:37 WIB
DUMAI - Masyarakat yang hendak melakukan pengurusan administrasi data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Dumai, Jalan Sultan Syarif Kasim kini harus terkena biaya retribusi parkir sebesar Rp1000.
Spontan saja yang selama ini tidak ada pungutan biaya parkir, kini masyarakat sudah mulai resah dan memprotes kebijakan tersebut. Pemerintah Kota Dumai melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dinilai sudah membenahi masyarakat.
"Kami sangat keberatan atas penarikan uang parkir di halaman Disdukcapil ini. Selama ini tidak ada uang parkir dan cukup di RSUD Dumai saja yang ada kutipan itu. Masyarakat jangan dibikin susahlah," kata Iwan, seorang warga kepada media ini.
Dia menuturkan, jika pengurusan seperti KTP, KK dan Akta Kelahiran itu prosesnya tidak langsung jadi dan membutuhkan waktu berulang kali. Secara garis besarnya ada beberapa kali datang ke Disdukcapil Dumai. "Kalau lima kali kita datang sudah Rp5000 ribu kita keluarkan uang," katanya.
Masyarakat meminta Wali Kota Dumai Zulkifli AS bisa berlaku bijak dalam memberikan fasilitas tempat umum dihalaman kantor pemerintahan. "Sebagai kepala daerah harus jeli dalam memberikan kebijakan. Jangan disama ratas seperti pertokoan," tuturnya.
Hal senada diungkapkan Herman, warga Sungai Sembilan. Dia harus berulang kali datang ke Disdukcapil Kota Dumai dan setiap parkir dikenakan uang retribusi. "Kalau dalam sehari akta bisa selesai tak masalah, tetapi saya harus datang berulang kali," ucapnya.
Dia minta Wali Kota Dumai dan DPRD Dumai mendengar keluhan masyarakat ekonomi kecil ini. Apalagi dengan kondisi perekonomian pada saat ini, bagi warga nilai Rp5000 sangat berarti untuk kehidupan.
"Tolong dengarkan aspirasi kami sebagai masyarakat kecil. Cukup di pusat pembelanjaan dan pertokoan saja ada kutipan uang parkir. Pusat pemerintahan jangan. Ini namanya kebijakan yang menyengsarakan rakyat," harapnya.
(rdk/dpc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Dumai Expo 2026, Antara Perayaan Hari Jadi ke-27 dan Dampak Ekonomi Lokal
-
Lingkungan
Konflik Agraria di Jalan Sudirman Dumai Memanas, APRJ Desak BPN dan Pemkot Bertanggung Jawab
-
Sosial
Penataan Pedagang Dumai di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Jadi Destinasi Kuliner
-
Tekno
Pemko Dumai Ajak RAPI Perkuat Peran dalam Komunikasi Publik dan Darurat
-
Pendidikan
Wali Kota Dumai Pimpin Upacara Hari Santri Nasional Tahun 2025
-
Politik
DPRD Gelar Paripuran Hari Jadi Kota Dumai Ke-26 Tahun 2025

