• Home
  • Sosial
  • Ibunda Mario Berharap Anaknya Tidak Dihukum dan Dibebaskan

Penumpang Gelap Garuda Indonesia

Ibunda Mario Berharap Anaknya Tidak Dihukum dan Dibebaskan

Rabu, 08 April 2015 15:57 WIB
PEKANBARU - Tiar Sitanggang, ibunda Mario Steven Ambarita mengaku sampai saat ini belum bisa mengerti mengapa anaknya melakukan perbuatan senekat itu dengan cara menyusup ke lobang roda Pesawat Garuda Indonesia dan ikut penerbangan dari Pekanbaru ke Jakarta.

"Saya juga bingung, mengapa dia sampai seperti itu. Padahal, selama ini dia tak pernah membuat masalah, baik dengan lingkungan maupun teman-temannya," ujar Tiar yang dihubungi awak media yang kabaranya sedang berada di Baganbatu, Rokan Hilir, Rabu (8/4/15). 

Dikatakannya, sebagai ibu ia hanya bisa menangisi nasib yang menimpa anaknya. Ia berharap Mario dimaafkan dan tidak dihukum. "Saya minta bapak-bapak pemerintah memaafkan anak saya. Jangalah dia dihukum dan biarlah dia cepat pulang," harapnya. 

DiceritakanTiar, bahwa pad 31 Maret 2015 lalu, Mario yang baru pulang cari kerja ke Medan pamit mau ke Pekanbaru dengan tujuan sama. Mencari pekerjaan agar bisa membantu orang tuanya. Untuk itu, Tiar memberinya uang Rp300 ribu. 

"Sejak itu dia tak pernah menghubungi saya lagi. Sampai akhirnya ada masalah seperti ini, dan sekarang ini sedang berada di Jakarta dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia melalui Bandara SSK II Pekanbaru itu," jelasnya.

Sebagai data tambahan, gara-gara ini bertemu Presiden Jokowi, Mario Steven Ambarita, seorang penumpang gelap nekat bersembunyi di ruang roda pesawat Garuda Indonesia (GA-177) jenis Boeing 737-800 mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta usai terbang dari Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Selasa (7/4) kemarin. 

Saat turun di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Mario sempoyongan dan terjatuh. Dia langsung dievakuasi oleh petugas bandara setempat menuju ke Kantor Kesehatan Pelabuhan di Terminal 2F untuk mendapati perawatan secara intensif.

Hal itu dilakukan, lantaran Mario mengalami pendarahan hebat pada kuping sebelah kiri. Setelah mendapat perawatan, Mario berangsur pulih dan langsung dibawa buat dimintai keterangan di Otoritas Bandara Soekarno-Hatta. 

Usai ke kantor Otoritas Bandara, Mario sempat dibawa ke Polres Bandara, tapi dikembalikan lagi ke kantor Otoritas Bandara lantaran mengaku masih pusing.

Mario berusia 21 tahun itu nekat masuk melalui celah rongga yang ada di bagian roda pesawat Garuda Indonesia. Kepada polisi, Mario mengaku ingin datang ke Jakarta hanya buat bertemu Presiden Joko Widodo.

"Iya, menurut pengakuan sementara pelaku (Mario) dia nekat seperti itu untuk bertemu Presiden Jokowi," kata Humas Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta, AKP Sutrisna. Namun, Sutrisna mengaku akan terus menggali keterangan dari Mario jika kondisinya sudah membaik. "Akan terus kita gali keterangannya," ujar Sutrisna.

Sebagai data tambahan, bahwa Mario Steven Ambarita (21) diketahui masuk ke dalam ruang roda pesawat Garuda Indonesia (GA177) Jenis Boing 737-800, dengan cara melompati pagar Bandara Pekanbaru, Riau.

"Kemudian dia masuk ke dalam roda pesawat di ujung landasan saat pesawat akan take off," kata Humas Polres Bandara Internasional Soekarno Hatta, AKP Sutrisna, Selasa (7/4).

Mario yang merupakan warga Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir, Riau ini, baru ketahuan saat pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pukul 15.15 WIB. "Saat ini kondisinya membaik, dan kami masih memeriksanya," kata Sutrisna.

Akibat bersembunyi di ruang ban pesawat, kondisi Mario sudah sangat memprihatinkan. Tubuhnya membiru dan telinganya pun dikabarkan mengeluarkan darah. Dia langsung dilarikan ke Kantor Kesehatan dan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta, Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Berikut kronologi petualangan Mario yang mengerikan itu:

1. Menurut Syahir, Mario diketahui berada di rongga ban pesawat ketika pesawat tersebut mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Selasa petang pukul 15.30.

2. Tubuh Mario membiru dan kondisi memprihatinkan keluar dari ban pesawat Garuda Indonesia tujuan saat mendarat di landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta. Bahkan ia sempat pingsan.

3. Mario langsung dibawa ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta untuk ditangani secara medis.

(rdk/rdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pekanbaru
Komentar