KAHMI Inhu Selesaikan Hutang Romli Kongres HMI di Rumah Makan
Senin, 23 November 2015 11:41 WIB
PEKANBARU - Kerugian salah satu rumah makan di lintas timur sebesar Rp12 juta akibat makan tak bayar oleh Rombongan Liar (Romli) yang ingin mengikuti Kongres ke-XXIX Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Pekanbaru akhirnya diambil alih Korp Alumni Mahasiswa Islam (Kahmi) Kabupaten Indragiri Hulu.
Pengambil alihan tanggung jawab tersebut setelah Badan Koordinasi (Badko) HMI Riau-Kepri melakukan koordinasi ke pihak terkait. Kahmi Inhu sendiri juga sudah berkoordinasi dengan pihak rumah makan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kahmi di Inhu. Jadi segala hutang-hutang yang ditinggalkan di sana (rumah makan) sudah dituntaskan Kahmi di Inhu," kata Ketua Badko HMI Riau-Kepri, Munawir Mattareng, Senin (23/11/15).
Meski sudah dituntaskan, Munawir tetap menyatakan permohonan maafnya kepada publik, termasuk pihak-pihak yang merasa dirugikan, seperti halnya yang dialami salah satu rumah makan di lintas timur Inhu.
Munawir juga menyatakan akan berusaha berkoordinasi dengan seluruh HMI dari berbagai daerah agar dapat mengkoordinir para peserta penuh mau pun yang dianggap liar agar lebih bisa dikontrol.
Seperti diberitakan sebelumnya, Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) asal Makassar sebelum bertolak ke Pekanbaru juga membikin rusuh di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dengan mengancam berbuat anarkis setelah menolak membayar tagihan seusai makan di rumah makan Umega dan puluhan warung di Jalan Lintas Timur, Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat Inhu.
Tindakan massa HMI Makassar yang merugikan rumah makan dan puluhan warung kecil ini terjadi pada Sabtu (21/11/15) siang kemarin. Saat itu massa HMI Makassar yang menggunakan 21 bus dari Jakarta menuju Pekanbaru, singgah makan siang di rumah makan Umega Desa Kota Lama.
Usai makan, massa HMI Makassar yang hendak menghadiri kongres HMI di Pekanbaru, tidak bersedia membayar makanan yang telah mereka habiskan. Ulah mahasiswa HMI asal Makassar ini merugikan rumah makan Umega hingga mencapai Rp12 juta.
"Rombongan HMI itu tidak bersedia membayar tagihan makan dan minuman yang mereka habiskan, kami rugi hampir Rp 12juta, belum lagi warung - warung di sekitar kami mengalami hal yang sama," ujar Deddi, pengelola rumah makan Umega, Ahad (22/11/15).
Diungkapkannya, saat pihaknya melakukan penagihan, rombongan massa HMI Makassar mengancam akan melakukan tindakan anarkis, karena rombogan massa HMI berjumlah banyak, pihak rumah makan Umega dan pemilik warung kecil tidak berani melawan, dan langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak Kepolisian.
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hiburan
Video Rashmika Mandanna di Grazia Young Fashion Awards 2022
-
Meranti
Bupati Irwan Harapkan Sinergi KAHMI-Pemda Bangun Kepulauan Meranti
-
Hukrim
Hadir di Dumai, Abdullah Hehamahua Sebut Korupsi Bisnis Menjanjikan
-
Sosial
Kader HMI Dumai Diajak Katakan Haram Terhadap Korupsi
-
Sosial
KAHMI Dumai Bakal Bedah Buku Jihad Memberantas Korupsi
-
Sosial
Korem-KAHMI Riau dan Forum Rektor Rakor Kedatangan Panglima TNI

