Kabupaten Siak Jadi Tempat Belajar Pemprov Kalsel dan Jabar
Jumat, 26 Agustus 2016 09:59 WIB
SIAK - Kabupaten Siak kembali menjadi studi banding. Kali ini Dinas Peternakan Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) belajar tentang Teknologi pengelolaan pupuk organik cair dan padat.
Dihari yang sama Propinsi Jawa Barat juga studi banding beternakan sapi di Siak. Rombongan terdiri dari 20 orang yang berasal dari 3 dinas peternakan kabupaten di Kalimantan Selatan dengan tema adopsi perbibitan sapi potong di Sentra Peternakan Rakyat (SPR) dan alih teknologi peternakan.
Kunjungan tamu studi banding ini disambut langsung oleh Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kab Siak, drh. Hj. Susilawati, MM beserta jajaran di Balai Zamrud Komplek Abdi Praja Siak Sri Indrapura, kemarin.
Rombongan tersebut terdiri dari Disnak Kabupaten Tanah Laut Kalsel, Disnak Banjar Kalsel dan Disnak Kabupaten Balangan.Susilawati menyampaikan paparan profil kabupaten Siak dan Peternakan terkini.
Dan kemudian dilanjutkan kunjungan lapangan di kelompok SPR perbibitan Maju Makmur kampung Merangkai Kcamatan Dayun dan kelompok Karya Bersama Kampung Sialang Palas Kecamatan Lubuk Dalam.
Dalam kunjungan lapangan ke kelompok, rombongan mendapat sajian materi teknis Tata Kelola/manajemen Perbibitan Sapi Bali, teknologi pengelolaan pupuk organik cair dan padat beserta aplikasi dan analisanya, pengolahan pakan dengan beberapa versi komposisi dari limbah sawit dan berbagai ilmu lain yang menjadi ciri khas kelompok perbibitan yang tergabung dalam SPR Siak Jaya Makmur .
Salah satu yg menarik perhatian disnak Propinsi Jabar dan Kalsel adalah bahwa pengembangan peternakan sistem integrasi sapi sawit di Siak selain mengaplikasikan ka'idah perbibitan, juga telah menerapkan konsep Zero Waste.
Hal yang mencuri pada konsep perbibitan ini adanya suatu pencatatan (record) mulai dari sapi itu lahir hingga berumur 1,8 bulan yang meliputi pencatatan status reproduksi, silsilah sapi, tanggal perkawinan, tanggal lahir, berat badan dan lain-lain.
Sedangkan yg dimaksud Zero Wasteadalah mulai dari produksi sampai berakhirnya suatu proses produksi dapat dihindari terjadi produksi sampah, atau diminimalisir terjadinya sampah. Konsep Zero Waste ini salah satunya dengan menerapkan prinsip 3 R (Reduce, Reuse, Recycle).
(rdk/nal/mcr)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Syamsuar Sampaikan Bahaya Berita Hoax Kepada Ribuan Masyarakat Siak
-
Pendidikan
Disdik Riau Berhasil Selesaikan Kisruh PPDB SMA di Siak
-
Traveler
Kabupaten Siak Bakal Punya Gedung Cagar Budaya
-
Sosial
Bupati Siak Curhat Soal Karlahut dan Berbagai Persoalan ke Wantasnas
-
Hukrim
Berikut Ini Deretan Kasus Korupsi Dilingkungan Pemkab Siak
-
Pendidikan
Masyarakat Tualang di Siak Berharap Anaknya Sekolah Negeri

