• Home
  • Sosial
  • Kampanye PHBS 2014 Tingkat Kabupaten Pelalawan Dipusatkan di Desa Sotol

Kampanye PHBS 2014 Tingkat Kabupaten Pelalawan Dipusatkan di Desa Sotol

Kamis, 25 September 2014 14:41 WIB

LANGGAM - Ratusan anak-anak siswa taman kanak-kanak, pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar di Desa Sotol Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan mengikuti kegiatan Kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang diselenggarakan dalam rangka puncak peringatan Hari Anak Nasional di SD Negeri 003 Desa Sotol, Kamis (25/9/14).

Dalam kampanye yang mengangkat Tema "Anak Indonesia Sehat, Kreatif dan Berakhlak Mulia" itu dibuka oleh Bupati Pelalawan HM Harris ditandai dengan kegiatan sikat gigi massal.

Kegiatan ini berlangsung dengan lancar, antusias masyarakat dengan baik menyambut program kampanye PHBS. Sebelum acara dimulai Bupati bersama rombongan, pelajar dan masyarakat setempat melaksanakan senam massal. Setelah itu pembagian hadiah dan pembagian kartu Jamkesda.

Hadir dalam kegiatan ketua TP PKK Pelalawan Hj Ratna Mainar, Wakil Ketua PKK Pelalawan Hj Asnidar Marwan, Tety Haryati Sektretaris TP PKK PKK Pelalawan, Istri Ketua DPRD Pelalawan Prima Nasaruddin, Kadis Kesehatan Pelalawan dr Endid, Kepala Dinas Pendidikan MD Rizal, Kepala Bappeda Syahrul, Kepala BLH Syamsul Anwar, Kepala BPMPD Zamhur Das, Kabag protokol Yusmardi, Kabag Kesra Erwarli, Kabag Humas Farid Mukhtar.

Dalam sambutan pembukaan kampanye PHBS, Bupati Pelalawan HM Harris mengatakan, hidup sehat adalah hal yang seharusnya diterapkan oleh setiap orang, mengingat manfaat yang ditimbulkan akan sangat banyak, mulai dari kosentrasi kerja, kesehatan dan kecerdasan anak sampai dengan keharmonisan keluarga.

Menciptakan hidup sehatp pun sangat mudah dan murah, mengingat biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan apabila mengalamai gangguan kesehatan cukup mahal.

Setiap manusia. Yang hidup memerlukan lingkungan yang bersih dan sehat agar dapat memberikan kenyamanan hidup. Sedangkan untuk PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri dibidang kesehatan.
PHBS dirumah tangga merupakan upaya intuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Ada 10 indikator yang menjadi dalam phbs yakni persalinan dibantu tenaga kesehatan, pemberian asi ekslusif selama 6 bulan, berat badan ditimbang, menggunakan air bersih, cuci tangan pakai sabun, memakai jamban sehat, membasmi jentik nyamuk, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik, tidak merokok didalam rumah.

HM Harris juga mengatakan, PHBS di rumah tangga dilakukan untuk mencapai rumah tangga sehat. Dengan PHBS, produktivitas. Kerja anggota keluarga meningkat dengan meningkatkan kesehatan anggota rumah tangga, maka biaya yang dialokasikan untuk kesehatan dapat dialih untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan, pemenuhan gizi, modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga.

"Untuk menunjang kegiatan PHBS dirumah tangga maka paka pada hari ini kita telah melantik kader sayang ibu dan anak. Yang tugasnya akan mendampingi ibu hamil dari awal kehamilan, pendampingi persalinan ibu ditenaga kesehatan hingga bayi 1000 hari. Hal ini dilakukan dengan tujuan dapat melaksanakan indikator PHBS dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi," ungkapnya.

Kondisi rumah tangga yang menerapkan PHBS di Pelalawan tahun 2013 sebesar 45 persen, sedangkan target nasional 70 persen. Pemkab masih ada utang untuk menyelesaikan target yang masih kuurang 25 persen yang diharapkan. Sesungguhnya dari 10 indikator PHBS yang disurvey sudah melaksanakan 9 indikator hanya indikator yang ke 10 yang masih perlu diubah yaitu merokok dalam rumah.

HM Harris menambahkan, pencanangan kampanye PHBS tingkat Kabupaten Pelalawan tahun 2014 sebuah komitmen dari Pemerintah Kabupaten untuk mrningkatkan derajat kesehatan masyarakat perlu ditingkatkan. Sehingga dapat motivasi bagi dirinya sendiri dan masyarakat umum untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Hal yang sama juga disampaikan, Ketua TP PKK Hj Ratna Mainar Harris mengatakan, kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia, yang sehat memungkinkan seseorang akan melakukan berbagai aktifitas dam mampu menghasilakn berbagai prestasi, untuk itu menjadi suatu keharusan bagi segenap komponen masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan demi peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.

"Tidak kalah penting bagi kita untuk melakukan pencegahan dari terjangkitnya suatu penyakit dan budaya melakukan kegiatan pencegahan ini masih perlu terus diupayakan peningkatan kesdaran kita. Mengingat usaha pencegahan ini sebenarnya lebih praktis dan efisien dibandingkan, ketika kita dihadapkan kepada suatu kondisi dimana kita harus melakukan pemulihan (rahabilitasi)," ujarnya.

Hj Ratna Mainar Harris mengatakan, momentum ini diharapkan untuk menumbuhkan kesadaran serta meningkatkan komitmen dari seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa berupaya melakukan 10 indikator PHBS di tatanan rumah tangga. Hal bertujuan selain melaksanakan indikator PHBS, juga untuk menurunkan angka kematian ibu ibu dan bayi di Kecamatan Langgam.

Camat kecamatan Langgam Faisal SSTP mengatakan,dengan adanya kampanye phbs berharap jangan dijadikan ajang serimonial aja, tapi dijadikan indikator buat kedepan tercapai. Marilah jadikan momentum yang sangat penting dan sangat strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Sotol dengan mengutamakan tindakan pencegahan (preventif, red) melalui PHBS.

"Sesuatu yang salah jika dilakukan terus menerus akan dianggap sebagai kebenaran. Sedangkan sesuatu yang benar kalau tidak pernah diulang-ulang akan dianggap aneh," tutupnya.***(feb)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar