Konflik Lahan Bisa Memicu Karhutla di Meranti
Selasa, 01 April 2014 11:04 WIB
SELATPANJANG - Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan Nasir MSi menilai konflik lahan antara masyarakat dengan perusahaan menjadi salah satu pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kepulauan Meranti.
Oleh karena itu dia meminta kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait dan pemerintah kecamatan, pemerintah desa agar dapat membantu menyelesaikan seluruh konflik yang masih terjadi.
"Kalau ada kepentingan perusahaan dan masyarakat, mari kita dulukan kepentingan masyarakat. Sehingga nantinya tidak menjadi pemicu konflik. Sebab ada indikasi kuat karhutla yang terjadi di Meranti bisa saja terjadi dari persoalan konflik tersebut,’’ ungkap bupati.
Orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu menginginkan kehadiran masyarakat dapat menjadi obat yang dapat menyembuhkan pesakitan masyarakat selama ini seperti kemiskinan, pengangguran dan lainnya.
Sebaliknya masyarakat juga diharapkan dapat menyamakan persepsi kehadiran perusahaan bukan untuk menghancurkan wilayah Kepulauan Meranti, tapi membantu membangun wilayah terutama di wilayah desa.
Oleh karena itu lanjut Irwan jika ada perselisihan antara masyarakat dengan perusahaan, baik konflik masalah lahan ataupun konflik lainnya dapat diselesaikan secara baik.
Irwan juga berharap kepada pihak perusahaan dapat memperhatikan dan merespon keluhan dan jeritan masyarakat. Sehingga operasional perusahaan bisa berjalan bersama-sama dengan masyarakat.
"Perusahaan juga jangan hanya mementingkan keuntungan saja. Dahulukan kepentingan masyarakat. Sehingga konflik dapat terhindarkan,’’ katanya.
Jika konflik terus terjadi akibat pihak perusahaan terus berkeras tanpa mau memperdulikan masyarakat, tentunya akan membuat masyarakat marah dan sakit hati.
Makanya indikasi kuat berawal dari sakit hati masyarakat dan membuat mereka melakukan pembakaran di lokasi perusahaan menjadikan terjadinya karhutla.
"Tapi akhirnya masyarakat sendiri yang akan dirugikan. Oleh karena itu kalau bukan kita yang menjaga kampung kita, siapa lagi. Makanya mari kita bersama-sama membangun daerah,’’ ajak Irwan.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kecelakaan Kapal Pekerja Migran di Pulau Rupat, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Pendidikan
Hari Pramuka ke-65, Logo dan Tema Resmi 2026
-
Politik
DPRD Riau Masuk Tahap Akhir Penanganan Parisman dan Indra Gunawan
-
Ekbis
BRK Syariah Didorong Jadi Mitra Perbankan Perusahaan di Riau
-
Pendidikan
Keracunan MBG di Dumai, 45 Siswa Dirawat
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?

