Lumpur Rusak Ribuan Hektar Kebun Petani di Meranti
Rabu, 22 Oktober 2014 18:16 WIB
RANGSANG BARAT - Ribuan hektar kebun kelapa dan juga lahan pesawahan di Desa Melai Rangsang Barat rusak berat akibat di rendam lumpur yang dibawa gelombang pasang dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Dampak dari kondisi tersebut, kebun kelapa milik para petani Desa Melai tersebut tak lagi produktif dan juga lahan persawahan susah hendak di darap.
Kepala Desa Melai Kecamatan Rangsang Barat, Saad mengatakan, selain kebun kelapa, sekitar 100 hektar sawah turut hancur dan tak dapat lagi digarap petani. Akibatnya ratusan hektar hamparan sawah tersebut terlantar dan menjadi lahan tinggal.
Jangankan padi, kelapa pun tak lagi bisa tumbuh subur di lahan yang terendam lumpur tersebut.
Hancurnya kebun dan sawah petani Melai ini, urai Saad, terjadi akibat rusaknya bangunan tanggul pengaman dan puluhan pintu klip yang menjadi benteng masuknya air masin.
Tanggul pengaman yang membentengi areal perkebunan warga Desa Melai sampai ke perbatasan dengan Desa Kedaburapat Rangsang Pesisir, mencapai 25 kilo meter dengan 15 pintu klip.
Tanggul dan pintu klip yang dibangun pemerintah tersebut, tak lagi mampu menahan derasnya terjangan gelombang pasang ketinggian Naiknya Air pasang melebihi ketinggian tanggul.
Kondisi seperti ini terus terjadi dalam kurun lima tahun terakhir. "Terus terang situasi ini sempat membuat petani putus asa. Apalagi disejumlah titik body tanggul runtuh dan belasan pintu klip rusak tak berpungsi lagi," katanya.
Akibatnya, tak lagi harus menunggu pasang keeling, setiap pasang besar banjir air masin terus mengenanggi areal perkebunan warga. Untuk itu, kami sangat berharap agar pemerintah segera membangun kembali tanggul pengaman dan pintu klip.
"Kalau harapan ini gagal, 600 hektar hamparan sawah yang menjadi lumbung padi Rangsang Barat di Sidoarja Parkin akan mengalami nasib sama, direndam lumpur masin," ungkapnya.
Lumpur masin ternyata tidak hanya merendam Desa Melai. Kepala Desa Kedaburapat Sutrisno melalui Sekdes Kedaburapat Pranoto juga mengunkapkan hal yang sama.
"Lumpur masin yang dibawa gelombang pasang merendam lebih 2000 hektar kebun kelapa di Desa Kedaburapat, di Sempian. Buntut dari kondisi ini, kebun kelapa yang sempat menjadi pensuplai kilang kelapa minyak Sehat Sempian di tahun 1980-an, tak lagi berbuah," jelasnya.
Ribuan hektar kebun kelapa di Sempian ini sekarang tak lagi produktif. Bahkan puluhan KK warga Sempian terpaksa pindah dan meninggalkan kebunya ke berbagai daerah.
Hal yang sama juga terjadi di dusun Sijunjung Sungai Senteng, dari 170 KK kini tinggal 30-an kepala Keluarga lagi yang bertahan. Sedangkan sisanya, pindah ke luar daerah mencari penghidupan baru. (Roy)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

