Raup Rp100 Ribu Sehari,
Pengemis Punya Rumah dan Sawah di Kampung Halaman
Rabu, 16 April 2014 14:04 WIB
PEKANBARU - Sunggung menggiurkan, cukup duduk dan menadahkan tangan di jembatan penyebrangan pengemis sudah dapat meraup untung minimal Rp100.000 perhari.
Hal ini terungkap dari hasil razia Tim Yustisi yang menjaring gepeng dibeberapa titik kota Pekanbaru.
Dawar (81) perantauan dari Sumatra Barat kabupaten Payahkumbuh yang datang ke kota Pekanbaru untuk menjadi seorang pengemis.
Alasannya menjadi pengemis yaitu untuk mencari nafkah, meskipun harta dikampung sudah lebih dari cukup.
"Awak datang ka Pakanbaru nio cari makan, kalau di kampuang wak ndak dipadulikan samo anak-anak nan alah babini, nyo lupo samo rang tuo," ungkap Dawar kepada sejumlah awak media di Pekanbaru.
Dikatakannya, hidupnya disini tinggal di penginapan dan untuk makan sehari-hari mencari dengan cara ngemis, jika ada kelebihan rezeki uang itu ditabung ke bank.
"Biasonyo wak duduk ditapi jambatan mulai dari pagi sampai tangah hari, alhamdulillah lai mandapek Rp100.000 rata-rata sehari," ungkap wanita yang telah lanjut usia ini.
Hal ini menjadi sungguh ironis, dan inilah yang membuat pengemis dan gelandangan tidak mau berhenti dengan profesinya itu. Selain tidak perlu bekerja berat uang yang didapat cukup menggiurkan.
"Ini telah menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah, terutama Dinas Sosial untuk mensejahterakan masyarakat sehingga gepeng dan anak punk tidak ada lagi dikota Pekanbaru," ungkap Kepala Dinas Mutia Eliza. ***(dan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

