Pengurus IPMKB Pekanbaru Dikukuhkan Bupati Bengkalis
Senin, 16 Desember 2013 13:45 WIB
BENGKALIS - Bupati Bengkalis Herliyan Saleh berharap kepada para mahasiswa unuk tanggap terhadap setiap permasalahan. Mahasiswa harus mampu berfikir visioner karena mahasiswa merupakan agen pembaharu dalam mengoptimalkan keberhasilan pembangunan.
Hal itu disampaikan Herliyan Saleh seperti dikutip dari release Humas Setdakab Bengkalis saat mengukuhkan acara pelantikan pengurus Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Bengkalis (IPMKB) Pekanbaru periode 2013-2015, Ahad (15/12/13) kemarin malam.
Tampak Hadir Anggota DPRD Riau Bagus Santoso, serta sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Bengkalis. Selain kegiatan pengukuhan ini, juga diselenggarakan kegiatan seminar dan penyerahan bantuan.
“Mahasiswa yang merupakan agen pembaharu adalah mahasiswa yang peka dan cerdik untuk menguasai bidang ilmunya. Dalam kehidupan kampus mahasiswa diberi ruang yang sangat luas untuk menguasai bidang ilmunya. juga hal yang sama ketika sudah berada di tengah lingkungan masyarakat, diberi ruang yang sangat kompleks untuk bisa menerapkan ilmu sesuai bidangnya,” papar Herliyan Saleh.
Dikatakan, keberadaan IPMKB Pekanbaru memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan keberhasilan pembangunan daerah. Khususnya dalam mentransformasi pengetahuan dan perkembangan teknologi serta pola pikir sesuai nilai–nilai budaya dan religi, sehingga mampu membangun daerah secara mandiri. Untuk itu, IPMKB dituntut agar peduli dan bertangung jawab terhadap pembangunan daerah secara cerdas, kreatif, dan inovatif.
“Organisasi mahasiswa diharapkan dapat membantu upaya-upaya pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan di daerah. Antara lain dengan memberikan kontribusi-kontribusi pemikiran yang positif bagi penciptaan peluang usaha dalam upaya peningkatan kualitas dan taraf hidup masyarakat demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera, berdaya dan mampu berperan aktif dalam proses pembangunan,” papar Herliyan Saleh.
Dalam kesempatan itu, Herliyan Saleh juga menyampaikan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Bengkalis yang termaktub dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2010-2015. Diantaranya program pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM), tepatnya program pendidikan.
Hingga saat ini, Pemkab sambung Herliyan tetap konsisten dengan program pendidikan gratis dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). Langkah itu dilakukan agar seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis, tidak memandang miskin atau kaya mendapat fasilitas yang sama berupa biaya gratis pendidikan.
“Bagi putra-putri Kabupaten Bengkalis yang menempuh pendidikan di peguruan tinggi, juga mendapat bantuan biaya pendidikan dan beasiswa berprestasi,” katanya.
Disamping itu, Pemkab juga bertekad untuk menjadikan Kota Bengkalis sebagai kota pendidikan. hal ini dilakukan, karena hingga tahun 80-an, Bengkalis masih menyandang kota pendidikan di Provinsi Riau. Pemkab bertekad untuk menjadikan Kabupaten Bengkalis menjadi pusat pendidikan. Untuk mendukung program tersebut, Pemkab terus berupaya membangun fasilitas pendidikan dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
“Alhamdulillah, saat ini kita sudah memiliki dua perguruan tinggi negeri, yakni Politeknik Negeri Bengkalis dan Akademi Komunitas Negeri Bengkalis. Dalam waktu dekat, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AlKautsar Bengkalis juga akan dinegerikan. Disamping itu, kita juga memiliki perguruan tinggi swasta yang tersebar di kota Bengkalis maupun Duri,” ujarnya.***(dik)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

