• Home
  • Sosial
  • Ribuan Warga Pekanbaru dan HTI Pawai Akbar Serukan Khilafah

Ribuan Warga Pekanbaru dan HTI Pawai Akbar Serukan Khilafah

Minggu, 10 Mei 2015 18:52 WIB
PEKANBARU - 91 tahun yang lalu telah terjadi peristiwa yang mengubah wajah Pearadaban Islam 360 derajat yaitu runtuhnya sebuah institusi yang menaungi umat Islam selama kurang lebih 13 abad, Khilafah Islamiyah. 

Tapi salah satu peristiwa besar di bulan Rajab ini, runtuhnya Khilafah Islamiyah, dianggap 'tidak terlalu penting' oleh kaum Muslim. Padahal peristiwa tersebutlah yang akan menegakkan hukum Allah kembali di muka bumi ini secara kaffah (menyeluruh), tegas DPP HTI Ust. Dr. Arim Nasim pada acara Rapat dan Pawai Akbar yang diselenggarakan oleh HTI Riau di Lapangan Masjid Agung An Nur, Ahad (10/5/15).

Sekitar 15.000 peserta hadir dan ikut meneriakkan takbir dengan semangat ketika para orator menyampaikan orasinya. Peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah se-Pekanbaru dan dari berbagai lapisan masyarakat yang sadar akan akar masalah saat ini yaitu karena tidak diterapkannya hukum buatan al Khalik, Allah SWT. 

Ketika hukum Allah SWT diterapkan di suatu negeri maka keberkahan akan terbuka dari langit dan bumi, tapi jika penduduk negeri ragukan bahkan mencampakkan hukum Allah SWT dan menggantiya dengan hukum buatan manusia itu sendiri, maka Allah SWT akan mencabut barokah dari langit dan bumi bahkan akan menghinakan mereka, jelas orator kedua yaitu Ust. Ir. Muhammadun, M.Si. 

"Wahai umat Islam, umat yang mulia, lihatlah bahwa Indonesia tercinta saat ini sedang diselimuti nestapa karena tak diterapkannya hukum Allah SWT, akhirnya sangat minim peran Negara mengurusi rakyat (Neoliberalisme dan Neoimperialisme). 

"Akibatnya semua harga barang naik, yang turun hanya harga diri Indonesia. Oleh karena itu marilah merapatkan barisan,tegakkan Khilafah. Dan Hizbut Tahrir akan memperjuangkan Khilafah dengan tuntunan Rasululullal SAW. ini adalah bagian amal shaleh yang akan menjadikan hidup kita berkah baik di dunia dan akhirat.", tegas Ust. Muhammadun. 

"Menegakkan Khilafah memang bukan perkara mudah, ia penuh tantangan dan perjuangan. Namun ia juga keniscayaan" kata Ust. Abu Zaidan, Lc menggetarkan seluruh lapangan Mesjid Agung An-Nur. Keniscayaan ini merupakan janji Allah SWT dan Bisyarah Rasulullah SAW. 

Sebagaimana dahulu Rasulullah pernah menyampaikan Kabar mengenai penaklukkan Konstantinopel oleh Pasukan terbaik Umat. Ia menjelaskan bahwa tegaknya Khilafah berhasil memberikan kesejahteraan dan kebaikan bagi seluruh umat di dunia. peradaban Islam terbukti memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Islam. 

Setelah acara rapat selesai, maka dilanjutkan dengan pawai akbar dengan membawa bendera Rasulullah, al liwa' dan ar roya' yang bertuliskan Laila Hailallah Muhammadur Rasulullah. Pawai dimulai dari Masjid Agung An Nur menuju Jl. Sudirman - Jl. Gajah Mada - Jl. Diponegoro - kembali ke depan Masjid Agung An Nur. 

Ditengah perjalanan pawai terlihatlah para peserta dari ibu-ibu dan nenek-nenek yang semangat meneriakkan takbir dan yel-yel yang berbunyi Laila Hailallaha Ilallah, Muhammadur Rasulullah, Al Khilafah Wa'dullah, Wabusyro Rasulullah, Bersama umat , Tegakkan khilafah, Neoliberalisme, hancurkan, Neoimperialisme, hancurkan, Bersama umat, tegakkan Khilafah, kemudian juga memberi semangat kepada peserta yang lainnya yang lebih muda darinya.

(rdk/rls)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pekanbaru
Komentar