Paripurna Istimewa DPRD,
Sekdaprov Riau Sebut Rohil Terus Giatkan Pembangunan
Minggu, 05 Oktober 2014 19:00 WIB
BAGANSIAPIAPI - Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Rokan Hilir di gedung LAM, Batu Enam, dihadiri Sekda Provinsi Riau, Zaini Ismail, yang dalam sambutannya mewakili Gubernur Riau Annas Maamun.
Dia mengatakan, Rohil dalam beberapa dasa warsa ini terus menggesa pembangunan, diberbagai bidang, sebagai wujud hormat kepada pendiri negeri ini dimasa depan, atas kesuksesan yang telah diperjuangkan, mensyukurinya, dengan melanjutkan pembangunan.
Ditempat itu, Bupati Suyatno dalam sambutannya, menyebutkan, Kabupaten Rokan Hilir sudah berumur 15 tahun, struktur pemerintahannya terdiri 16 kecamatan, dan 168 kepenghuluan dan kelurahan, sejalan dengan perkembangan saat ini, masih dihadapkan dengan permasalahan pokok, yang menjadi tantangan dalam pembangunan kedepan,
Pertama, masih tingginya angka penduduk miskin, menurut data Rokan HIlir Dalam Angka tahun 2013 penduduk miskin Rokan Hilir sebesar 7,37 persen, kalau dibandingkan dengan data BPS berdasarkan Susenas tahun 2008, telah terjadi penurunan sebesar 3,22 persen. Kantong-kantong kemiskinan tersebut, umumnya bermukim disepanjang Selat Malaka dan pinggiran Sungai Rokan.
Kedua, terbatasnya infrastruktur, sarana dan prasarana transportasi, merupakan salah satu sektor penting, strategis, dalam konteks pembangunan, perekonomian daerah, saat ini, belum sepenuhnya menjangkau, berbagai wilayah, terutama pada koridor pesisir, dan daerah terisolir lainnya.
Sehingga untuk menjangkau wilayah-wilayah tersebut, masih menggunakan sarana transportasi laut dan sungai, yang tergantung kondisi alam, begitu juga infrastruktur yang belum merata, sarana pengairan dan irigasi yang belum baik, serta prasarana air bersih, yang belum memadai.
Ketiga, rendahnya kualitas sumber daya manusia, ini dapat dilihat dari sektor pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan saat ini, hampir memadai, namun mutu pendidikan masih rendah, jumlah tenaga guru masih kurang, penyebaran guru tidak merata, serta terbatasnya sarana dan fasilitas pendukung lainnya, begitu pula bidang-bidang lain yang perlu mendapat perhatian secara serius.
Sehubungan dengan permasalahan tersebut, dalam rentang waktu 15 tahun usia Kabupaten Rokan Hilir, berbagai upaya sudah dilaksanakan, seiring dengan pelaksanaan desentralisasi yang memberikan peluang lebih luas bagi daerah, dalam melakukan peran dan fungsi otonomi, untuk menggerakkan akselerasi pembangunan daerah, baik dari aspek strategi, kebijakan, maupun aspek financial.
Oleh sebab itu dalam misi pembangunan Kabupaten Rokan Hilir, dalam rangka mengatasi permasalahan diatas, kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan, antara lain,
Pertama, meningkatkan ekonomi masyarakat, melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan, dan pengelolaan sumber daya alam, yang berkelanjutan dalam rangka pengentasan kemiskinan.
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan seperti, pembangunan dan perbaikan rumah layak huni dan restlement desa, hingga sampai saat ini, sudah dibangun sebanyak 11.680 unit rumah layak huni dan 936 unit restlemen yang tersebar di Kabupaten Rokan Hilir.
Dan dalam APBD Perubahan 2014 Provinsi Riau telah menganggarkan 180 unit rumah layak huni di Kabupaten Rokan Hilir. Ini diperuntukkan bagi masyarakat yang belum mampu serta pemindahan masyarakat kedaerah yang lebih baik, pembangunan perkebunan rakyat, memberikan bantuan pertanian, penyuluhan pertanian, dan pencetakan sawah baru, serta pelatihan industri dan kewirausahaan.
Kedua, membangun infrastruktur, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, memajukan sector pertanian, industri dan jasa.
Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain, program pembangunan jalan dan jembatan, ditujukan untuk membuka derah yang selama ini terisolir dan sulit dijangkau, seperti pembukaan jalan pada ruas Baganbatu-Simpang Kanan, Baganbatu-Sungai Daun dan Panipahan, Sekeladi menuju Rantau Kopar, dan pembangunan jembatan Sekapas, yang saat ini, sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selanjutnya Panipahan-Teluk Piyai, Pedamaran dan Bagansiapiapi. Dari Bagansiapiapi, ke Sinaboi, dan terus ke Dumai, dan saat ini hanya terkendala HPH PT Diamond. Pembangunan Jembatan Pedamaran I dan II yang saat ini sudah bisa dirasakan manfaat keberadaannya. “Seperti contoh kita ambil, kalau orang Pekaitan datang ke Bagansiapiapi untuk berurusan sebelumnya mencapai 2 jam, sekarang dengan Jembatan Pedamaran I dan II selesai, itu hanya 20 menit,” tambah Suyatno.
Ketiga, guna mewujudkan sumber daya berkualitas dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dengan meningkatkan pendidikan Kabupaten Rokan Hilir, telah memprogramkan, pembangunan dan perbaikan sarana sekolah yang ada di Kabupaten Rokan HIlir, baik itu ruang kelas belajar, meubiler, perpustakaan dan laboratorium.
Berikut membantu pelajar dan mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu melalui bantuan beasiswa pendidikan dari Pemerintah Rokan Hilir. Saat ini belajar ke perguruan tinggi di Indonesia, dan luar negeri, seperti, ITB, Bandung, IPB, Bogor, UGM, Yogyakarta, kedokteran UNRI dan Al Azhar Kairo, Mesir.
Begitupula dalam upaya mengatasi kekurangan guru, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, telah mengangkat guru honor, dan dalam rangka meningkatkan kualitas guru, telah dilakukan kerjasama dengan Universitas Riau, dengan membuka kampus di Bagansiapiapi, perbaikan penyertaan pendidikan guru se-Kabupaten Rokan Hilir.
Pada tahun 2014 ini, direncanakan pembangunan SMU Unggulan, di Bagansiapiapi, yang nantinya mampu mencetak, sumber daya manusia yang berkualitas, di Kabupaten Rokan Hilir.
Sedangkan untuk pembangunan dibidang kesehatan, sampai dengan tahun 2014, telah berdiri 16 puskesmas, dan 76 buah puskesmas pembantu, sedangkan untuk masyarakat miskin, pelayanan kesehatan memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis, disetiap puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bagansiapiapi.
Keempat, mewujudkan pemerintahan yang handal, bersih dan berwibawa, kegiatan-kegiatan yang telah dilaksankan seperti, membangun pusat pemerintahan Kabupaten Rokan Hilir, dikawasan Batu 6. Membangun pusat pemerintahan kecamatan yang lebih representative, sehingga memudahkan pelayanan, membangun jalan dua jalur pada pusat-pusat pemerintahan kecamatan dan kawasan-kawasan strategis.
Kelima, mewujudkan masyarakat berbudaya melayu, berdasarkan iman dan taqwa, kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain, sudah membangun prasarana rumah ibadah, baik itu masjid kabupaten, maupun masjid di setiap kecamatan
Dalam pada itu, Nasrudin Hasan, Ketua DPRD Sementara mengatakan, dalam usianya yang ke-15 Kabupaten Rokan HIlir sudah mampu dan duduk sejajar dengan kabupaten lain, perlu direnungkan perjalanannya, sejumlah tantangan dan ujian telah dilalui, banyak capaian keberhasilan yang telah diperoleh, namun tidak sedikit pula pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Dengan tekad pemerintah daerah bersama segenap komponen masyarakat Rokan Hilir, tantangan demi tantangan tersebut dapat dilalui bersama, dilandasi sikap dan budaya Melayu menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan serta jiwa gotong royong, serta Kabupaten Rokan Hilir, banyak mengalami perkembangan, terutama sekali dibidang pembangunan.
DPRD katanya menyadari, hasil yang telah dicapai selama ini, tidak bisa memenuhi keinginan semua pihak, namun harus optimis, dengan kesungguhan dan tekad yang kuat, usaha-usaha tersebut akan menjadikan keberhasilan yang dicapai selama ini, energi positif untuk menghadapi tantangan pembangunan yang kian tidak ringan. “
Diforum rapat paripurna yang terhormat ini, saya mengajak dan menhimbau kepada seluruh komponen masyarakat Rokan Hilir, untuk menghilangkan perbedaan suku, ras dan agama, mari bersatu untuk memajukan Kabupaten Rokan Hilir ini,” pintanya.***(Herman)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

