Syaiful Azhar: Buruh Merupakan Mitra Perusahaan
Minggu, 03 Mei 2015 18:29 WIB
DUMAI - Berbeda dengan beberapa daerah lainnya dalam memperingati Hari Buruh Dunia ataupun May Day, Serikat Buruh Kota Dumai (SBKD) melakukan kegiatan yang jauh dari kata anarkis serta rusuh, Sabtu (2/5) kemarin bertempat di Dermaga D PT.Pelindo I Cabang Kota Dumai Jalan Pattimura Dumai.
Jika dibeberapa daerah lainnya Serikat Buruh kerap melaksanakan aksi demonstrasi dan mogok kerja, di Kota Dumai SBKD justru melaksanakan kegiatan silaturahmi, pemberian santunan bagi anak buruh berprestasi, pertandingan tarik tambang antar sesama buruh yang tergabung dalam SBKD, serta beberapa kegiatan positif lainnya.
Diakui Ketua Umum SBKD Syaiful Azhar, hal tersebut dilakukan SBKD sebab mereka tak ingin mencederai dan menghiasi Hari Buruh Dunia tersebut dengan kegiatan-kegiatan yang tak bermoral dandapat merugikan diri sendiri, keluarga, pengusaha, perusahaan, Pemerintah Kota (Pemko) dan beberapa pihak lainnya yang kerap menjadi korban kerugian atas aksi demonstrasi yang kerap berujung pada tindak anarkis serta mogok kerja.
"Pasalnya, saat ini buruh bukan hanya sebagai alat produksi perusahaan maupun masyarakat ekonomi kelas II, melainkan saat ini buruh telah menjadi mitra para perusahaan dan pemberi kerja. Tanpa buruh perusahaan tak dapat berfungsi dengan baik, dan tanpa perusahaan buruh tak dapat bertahan hidup. Itulah sifat saling membutuhkan yang terjadi antara buruh dan perusahaan," katanya.
Hari ini, lanjutnya, mati kita laksanakan dan hiasi peringatan hari buruh dengan aman, tentram dan penuh kedamaian. Dan kedepannya, Syaiful mengajak seluruh anggota SBKD dan buruh lainnya untuk bersama-sama memperjuangkan peningkatan hidup buruh menuju sejahtera, bukan hanya sekedar hidup, tapi juga menuju kehidupan yang lebih layak.
Sementara terkait tujuan kegiatan yang salah satunya adalah pemberian santunan bagi anak buruh berprestasi, dikatakan Syaiful, hal tersebut guna meningkatkan motivasi mereka untuk belajar.
"Seperti apa yang kita ketahui bersama, bahwa pendapatan buruh Kota Dumai khususnya yang membidangi bongkar muat masih sangat jauh dari kelayakan, sehingga pemberian bantuan ini dilakukan guna adanya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), dimana sebentar lagi akan memasuki perdagangan dunia Masyarakat Economic Asean (MEA)," paparnya.
Tak hanya itu, diyakini Syaiful Azhar, bahwasanya anak buruh sebenarnya mampu dan bisa menjadi pemimpin, hanya saja sejauh ini kami belum mendapat dan belum diberi kesemapatan saja.
"Untuk itu kami akan terus melakukan perjuangan dan pembelaan kaum buruh sesuai Perda No.10 tahun 2004 tentang anak tempatan yang sudah disuarakan pada perusahaan Kota Dumai. Memang belum berjalan sempurna, tetapi hal tersebut telah diperjuangkan bersama," pungkasnya.
Tak hanya itu, SBKD juga telah menyuarakan permintaan mereka terhadap perusahaan Kota Dumai agar dapat memberi pelatihan bagi anak temapatan, "Hal tersebut telah kita suarakan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai dan Perusahaan Kota Dumai, agar anak tempatan kita mampu bersaing dan tak kalah hebat dari anak-anak daerah lain," ungkapnya yang juga selaku anggota DPRD Kota Dumai.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Dumai Abdul Kosim menyakini bahwa tanpa adanya buruh, perekonomian akan melemah. Buruh merupakan aset daerah, khususnya Kota Dumai dengan garis pantai yang sangat luas.
"Sehingga itu menjadi salah satu pintu gerbang daripada pengusaha dan investor, apabila buruh kita kedepannya dapat terus mempertahan sikap dan perilaku terhomat seperti ini, saya yakini akan semakin banyak investor yang hendak berinvestasi di Kota Dumai," katanya.
Jika buruh telah bergoyang, maka politik juga bergotang. Untuk itu, Abdul Kosim mengajak seluruh rekan buruh untuk bersama-sama menjada kemanan dan ketertiban daerah kawasan keamanan kerja masing-masing.
"Sesuai dengan bidang yang saya dibading yakni kepelabuhan, untuk itu saya berharap dan mengajak seluruh rekan buruh untuk menjada keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada para investor. Tetaplah menanamkan moralitas yang baik, sehingga kedepannya Kota Dumai dapat menjadi Kota yang kian cemerlang dan gemilang," tutupnya.
Pantauan riauheadline.com, acara yang dilaksanakan tepat berhadapan dengan pantai tersebut berlangsung lancar, aman dan tertib. Tampak adanya solidaritas antar sesama buruh. Meskipun tampaknya kegiatan tersebut tak ada dihadiri oleh perwakilan perusahaan Kota Dumai maupun Disnakertrans Kota Dumai.
(adi/via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Ratusan Buruh Dumai Olahraga Bersama Sempena Hari Buruh 2016
-
Sosial
Syaiful Azhar: Buruh Merupakan Mitra Perusahaan
-
Sosial
May Day 2015, SBKD Suarakan Perjuangan Hak Buruh
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional, Nasib Wartawan Selalu Terlupakan
-
Sosial
Ratusan Massa KSBSI Riau Sampaikan 12 Tuntutan
-
Nasional
Hari Buruh Internasional, Kaum Pekerja Nasional Ajukan Lima Tuntutan

