• Home
  • Sosial
  • Wakil Rakyat Kuansing akan Bahas Nasib Bocah Tanpa Anus

Wakil Rakyat Kuansing akan Bahas Nasib Bocah Tanpa Anus

Minggu, 08 Juni 2014 11:56 WIB

TELUK KUANTAN - Nasib bocah malang Aldo(6), yang terlahir tanpa anus di Kuansing kini mulai hangat dibicarakan. Bahkan kabar memilukan putra pasangan Sahrir dan Misneti itu sudah sampai ke telinga wakil rakyat.

Seperti juru bicara Fraksi Perjuangan Rakyat Syamsudin Hasbi, yang berjanji akan segera membicarakannya di internal DPRD. "Nanti pada rapat internal Dewan kami akan bahas masalah ini," ungkapnya.

Selain Hasbi, rasa prihatin yang mendalam juga diutarakan politisi Partai Golkar Andi Cahyadi. Anggota DPRD Kuansing dua periode ini juga berjanji akan mengajak semua rekan-rekan yang ada di gedung perwakilan rakyat itu memberikan perhatian nasib Aldo.

Wakil rakyat lainnya Musliadi, juga menuturkan hal yang sama. Anggota legislatif dari Komisi C ini juga berharap para dermawan baik dari lapisan masyarakat umum maupun yang duduk di pemerintahan, ikut bersama-sama merasakan beban yang diderita oleh keluarga Sahrir dan Misneti itu.

"Derita mereka, derita kita juga, kita semuanya bersaudara," ujar Musliadi dengan nada iba.

Seperti dikabarkan sebelumnya, putra sulung Sahrir-Misneti bernama Aldo (6), lahir tanpa anus. Ketidaknormalan yang menimpa anaknya itu sungguh menjadi derita bagi Sahrir yang hanya berprofesi sebagai pekerja serabutan.

Penghasilan kedua pasangan ini tidak lebih dari untuk makan dan biaya kontrak rumahnya perbulan. Sementara istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Aldo berasal Dusun Sungai Lintang, Desa Beringin Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah.

Dengan kondisi kelainan atresia ini, Aldo sulit buang air besar. Ia terpaksa buang air besar melalui perutnya dengan anus buatan. Sehari-harinya, bocah malang ini kesakitan saat mau buang air besar.

Karena tidak memiliki biaya. Mereka terpaksa membiarkan anaknya hidup dengan kondisi tanpa anus. Walaupun mereka memiliki kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), warga miskin tetap saja kesulitan mendapatkan pengobatan yang layak, khususnya bila dihadapkan pada mahalnya biaya.

"Kami tidak punya banyak uang untuk operasi anak kami, sehingga kami butuh bantuan," tutur kedua orang tua bocah malang ini dengan nada iba.

Bocah 6 Tahun dari Kuansing, Hidup Tanpa Anus

Aldo, bocah berusia 6 tahun, asal Dusun Sungai lintang, Desa Beringin Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah, hidup tanpa anus. Dengan kondisi kelainan atresia ini, Aldo sulit buang air besar.

Menyedihkan. Aldo harus buang air besar lewat perut selama 6 tahun. Anak malang dari keluarga miskin ini dilahirkan tanpa anus sehingga harus dibuat anus buatan di perut bagian kirinya. Sehari-harinya, bocah malang ini kesakitan saat mau buang air besar.

Kedua orang tua bocah malang ini, Sahrir dan Minesti, hanya mengandalkan hidupnya dari kerja serabutan dengan penghasilan yang tidak seberapa. Mereka terpaksa membiarkan anaknya hidup dengan kondisi tanpa anus. 

Walaupun mereka memiliki kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), warga miskin tetap saja kesulitan mendapatkan pengobatan yang layak, khususnya bila dihadapkan pada mahalnya biaya.

Balita berusia 6 tahun ini, hidup dengan saluran usus yang menggantung di luar tubuhnya beberapa centimeter.

Tampak saluran usus yang selalu merah dan basah ini merupakan saluran pembuangan kotoran bantuan. Meski dengan biaya seadanya, kedua orang tuanya nekat membawa Aldo ke rumah sakit di Pekanbaru beberapa tahun lalu untuk operasi.

Proses operasi memang berjalan. Namun pasca operasi, Aldo tidak mendapat perawatan yang layak karena biaya yang mencapai puluhan juta rupiah.

Anak malang itu terpaksa menjalani hari demi hari dengan bagian usus yang terus ikut membesar seiring dengan pertumbuhan tubuhnya. Ibunda Aldo, Minesti, saat ditemui riauterkinicom di kediamannya pada Sabtu (7/6/14), mengatakan, anaknya kerap kali mengalami rasa sakit pada bagian ususnya saat mau buang air besar.

Sedangkan ayah Aldo, Sahril berharap kepedulian dari pemerintah dan masyarakat untuk membantu biaya pengobatan anaknya. 

Rencananya, jika Tuhan memberikan rezeki dan petunjuk kepada keluarga malang ini, mereka akan membawa anak sulungnya itu ke rumah sakit untuk operasi lubang anus. Keluarga itu kini sedang berupaya mencari biaya untuk operasi Aldo.

"Kami tidak punya banyak uang untuk operasi anak kami, sehingga kami butuh bantuan," tutur kedua orang tua bocah malang ini dengan nada iba.

"Dana yang dibutuhkan untuk operasi sangat besar, kami tidak memiliki uang yang cukup," tuturnya lagi sembari mengusap si buah hatinya.

Aldo dan keluarganya tinggal di sebuah rumah kontrakan di sebuah kawasan yang tidak terlalu nyaman, di suatu lorong sempit. Di kiri kanan jalan menuju rumah itu hampir ditumbuhi semak belukar. 

Ayah Aldo bekerja sebagai buruh harian di Teluk Kuantan, dengan penghasilan yang pas-pasan. Penghasilan ayah Aldo ini hanya cukup untuk makan dan bayar uang kontrakan rumahnya perbulan. Sedangkan ibu Aldo hanya di rumah mengurusnya. 

Hanya doa yang bisa mereka panjatkan untuk kesembuhan bocah malang itu. “Mudah-mudahan kami mendapat pertolongan dari Tuhan,” kata mereka sekeluarga.***(dri)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar