• Home
  • Tekno
  • Dumai Memiliki IPA SPAM Nano Filter Pertama di Indonesia

Dumai Memiliki IPA SPAM Nano Filter Pertama di Indonesia

Hadi Pramono Jumat, 01 Oktober 2021 07:28 WIB
RIAUHEADLINE.COM - Kota Dumai punya instalasi pengolahan air di sistem penyediaan air minum (IPA SPAM) menggunakan nano filter atau hollow fiber nano filter pertama di Indonesia.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Riau Ichwanul Ikhsan dalam sambutannya mengatakan proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp36 miliar. 

Ini menjadi proyek SPAM pertama di Indonesia yang menggunakan nano filter atau hollow fiber nano filter (HFNF) untuk pengendalian mutu air minum sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan Masyarakat.

"Baru pertama kali di aplikasikan di Indonesia yaitu di Kota Dumai, maka IPA SPAM dengan nano filter tersebut akan menjadi proyek percontohan pengolahan air gambut menjadi air layak minum," katanya.

Lanjutnya, proses penyaringan air menggunakan nano filter menggunakan sistem komputerisasi untuk menghasilkan output air minum yang berkualitas, airnya sangat jernih, dan tidak berbau.

Sementara perwakilan Bank Dunia, Irma, mengatakan pihaknya akan terus mendorong percepatan pencapaian akses air minum bagi masyarakat khususnya di Kota Dumai.

Bank Dunia melalui program NUWSP akan terus membantu dan mendukungan Pemerintah Daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air minum yang bersih.

"Waktu kami melakukan penilaian ke Kota Dumai, kami melihat kondisi infrastruktur air minumnya sangat kritis. Di sisi lain Dumai memiliki potensi besar untuk menjalankan pelayanan air minum," ucapnya. 

Masih kata dia, apa lagi kebutuhan air minum dan air bersih masyarakat cukup tinggi. Selama ini masyarakat menggunakan air tanki atau air hujan untuk memenuhi kebutuhannya.

"Kami melihat ada potensi yang bisa dimanfaatkan di bidang air minum. untuk itu Bank Dunia men-support. Apalagi pemerintah punya komitmen kuat untuk mendukung PDAM," jelasnya. 

Dia mengapresiasi upaya yang dilakulan pemerintah untuk membawa teknologi yang baru untuk mencapai air yang aman dan tidak menggunakan bahan kimia berbahaya ini.

Penggunaan teknologi ini dilakukan secara berhati-hati dan melalui uji kelayakan. Uji yang cukup ketat mengingat air baku tidak dapat diolah secara konvensional.

"Sudah saatnya kita memanfaatkan teknologi baru untuk memenuhi kebutuhan air bersih. PDAM Kota Dumai kami harap mampu meningkatkan produksi air dan meningkatkan sambungan rumah," katanya.

Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti, berharap air minum kapasitas 50 liter per detik segera dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat Kota Dumai.

Dia berharap Pemerintah Kota Dumai memperhatikan kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Terlebih di masa Pandemi Covid-19 kebutuhan air minum cukup meningkat.

IPA SPAM milik Kota Dumai bantuan Bank Dunia atau Nasional Urban Water Supply Project (NUWSP) kapasitas 50 liter per detik akan menjadi pioner sebagai kota pertama di Indonesia.

Proyek tersebut dilaksanakan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Riau dengan sistem multi years 2020 sampai 2021 dengan total anggaran Rp36 miliar lebih.

"Kegiatan ini diharapkan menghasilkan pencapaian kecukupan air minum bagi masyarakat. Harapan kami dari 50 liter per detik agar dapat di tingkatkan lagi sehingga kebutuhan air bersih tercukupi," imbuhnya.

Nano filter merupakan teknologi baru dan baru diaplikasikan di Dumai dan menghasilkan air minum sesuai standar kualitas air minum sesuai keputusan Permenkes.

Sementara Sekretaris Daerah Kota Dumai, Indra Gunawan, mengatakan Pemerintah Kota Dumai sangat berterima kasih kepada Dirjen Cipta Karya dan semua pihak yang sudah membantu.

"Kami berharap bantuan ini akan segera menyehatkan PDAM kami di tahun depan. Kami juga masih sangat berharap bantuan lanjutan dari program NUWSP ini," kata Indra Gunawan.

Pemko Dumai juga akan tetap berkomitmen untuk menyelesaikan berupa DDUB (Dana Daerah Urusan Bersama), baik komiten saat ini ataupun komitmen DDUB untuk program NUWSP selanjutnya.

Indra juga menyampaikan bahwa Dumai telah melaksanakan pembangunan SPAM melalui skema KPBU Unsolicited yang di prakarsai oleh Konsorsium PT Adhi Karya Persero dan PT Adaro Tirta Mandiri.

"Saat ini telah beroperasi IPA 50 LPD sejak November 2020 dan saat ini sedang melaksanakan pembangunan tahap I B 200 LPD dari keseluruhan total 450 LPD," katanya.

Selain itu, kata dia, Pemerintah Kota Dumai juga mendapatkan air curah dari SPAM regional Durolis pada tahun 2022 sebanyak 150 LPD.

Ketiga pembangunan SPAM di atas baik itu SPAM KPBU, SPAM NUWSP dan SPAM Durolis telah di bagi zonanya dan di integrasikan ketiga SPAM tersebut untuk melayani kebutuhan air minum masyarakat.

Cakupan pelayanan jaringan perpipaan Kota Dumai saat ini masih sangat rendah, yakni baru 2.600 SR yaitu sekitar 4 persen. Pemko menargetkan jaringan perpipaan sampai tahun 2024.

"Tagert kami adalah 36 persen jaringan perpipaan yaitu lebih kurang 25.000 sambungan rumah. Ini merupakan PR besar bagi Pemerintah Kota Dumai untuk mewujudkan target tesebut," pungkasnya.
Editor    : Hadi Pramono
Tags Air BersihBank DuniaBerita DumaiDumaiDumai TerkiniIPA SPAM Nano FilterNano FilterSPAM
Komentar