Bupati Siak Syamsuar Ajak Warganya Ramaikan Istana Siak
Kamis, 31 Desember 2015 11:11 WIB
SIAK - Untuk mendukung visi kepariwisataan, Bupati Siak Syamsuar meminta warga Siak tetap meramaikan daerah-daerah di Siak pada libur tahun baru 1 Januari 2016 mendatang.
Selama ini, warga Siak justru lebih condong berpergian ke luar daerah Kabupaten Siak ketimbang meramaikan tempat-tempat wisata di daerah itu.
"Sebagai daerah wisata, tentu kita tak boleh lengah dengan momen-momen tertentu. Di hari libur pada momen apapun, saya meminta kepada warga agar meramaikan tempat-tempat wisata kita. Orang luar datang masa' kita harus ke luar," kata Syamsuar, Selasa (29/12/2015) kemarin.
Tujuan dari visi kebudayaan yang digadang-gadangkan Pemerintah Kabupaten Siak, selain melestarikan kebudayaan juga untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Dengan banyaknya jumlah wisatawan baik lokal maupun manca negara, warga digiring untuk memanfaatkan peluang.
"Kita harapkan tumbuh industri kuliner, produk kerajinan tangan dan lain-lain. Maka untuk itu, kita support warga yang mau berdikari," ulas dia.
Beberapa tempat yang layak dikunjungi oleh warga Siak ataupun pendatang saat libur tahun baru 2016 adalah Istana Siak, Masjid Syahabuddin, makam raja dan permaisuri, taman kolam hijau dan benteng serta tangsi peninggalan Belanda.
Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Siak juga sudah membangun taman dan lokasi permainan rakyat di Suak Santai. Tempat ini baru diresmikan pekan lalu.
Selain nyaman dijadikan tempat bersantai, pengunjung juga bisa menikmati sunset di Sungai Siak kala senja. Tidak jauh dari taman tersebut, juga sudah dibangun air mancur warna-warni dan diiring musik.
Belum lagi turap 'Singapora' di kawasan Pecinan yang layak dijadikan tempat menghabiskan waktu.
Untuk menempuh seluruh destinasi wisata itu tidak memerlukan transportasi kendaraan. Sebab, lokasi dan letaknya sejajar dan berdekatan di bantaran Sungai Siak depan Istana Siak.
Jika ingin menikmati hutan mangrove, pengunjung juga bisa datang ke Mengkapan Tanjung Buton, Kecamatan Sungai Apit. Menuju kawasan itu memang menghabiskan waktu sekitar 40 menit dari jantung kota Siak Sri Indrapura.
Namun, kawasan hutan mangrove di lokasi ini terbilang langka di Siak. Kepenatan saat berkendara selama menempuh lokasi itu akan terbayarkan.
Apalagi, di hutan mangrove kawasan pantai Mengkapan Tanjung Buton, pengunjung dapat memanfaatkan jembatan kayu untuk berkeliling di keteduhan hutan.
(rdk/tpc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Syamsuar Sampaikan Bahaya Berita Hoax Kepada Ribuan Masyarakat Siak
-
Pendidikan
Disdik Riau Berhasil Selesaikan Kisruh PPDB SMA di Siak
-
Traveler
Kabupaten Siak Bakal Punya Gedung Cagar Budaya
-
Sosial
Bupati Siak Curhat Soal Karlahut dan Berbagai Persoalan ke Wantasnas
-
Hukrim
Berikut Ini Deretan Kasus Korupsi Dilingkungan Pemkab Siak
-
Pendidikan
Masyarakat Tualang di Siak Berharap Anaknya Sekolah Negeri

