Kisah Suara Mengaji di Masjid Membantu Keluarga China
Rabu, 10 Juni 2015 00:21 WIB
JAKARTA - Karena dianggap sebagai polusi udara, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia berencana melarang pemutaran kaset mengaji Alquran di masjid-masjid. Larangan tersebut sudah dirumuskan di Dewan Masjid.
Tidak selamanya suara kaset yang memperdengarkan orang mengaji melalui masjid selalu dianggap mengganggu. Bahkan ada sebagian orang, yang bahkan warga non muslim justru merasa terbantu, salah satunya seperti yang dikisahkan ustaz Yusuf Mansyur.
Ketika kecil, pemilik pesantren Daarul Quran ini memiliki teman etnis China yang orangtuanya merupakan seorang pedagang. Suara mengaji yang kerap diputar menjelang subuh membantu keluarga teman Yusuf Mansyur untuk dapat bangun pagi.
"Riki bilang, keluarganya pedagang. Jadi kudu bangun pagi. Jadi mereka senang jika ada yang bangunin pagi-pagi. Jam 3 an atau jam 4 an. "Gratis, lagi..."," tulis Yusuf Mansyur melalui Twitter-nya, Selasa (9/6).
Keluarga tersebut, lanjut Yusuf Mansyur, justru merasa harus membayar kepada pihak masjid karena sudah dibangunkan setiap hari. Keluarga etnis China tersebut juga mengaku tidak terganggu dengan suara kaset mengaji tersebut.
"Riki, sahabat saya sejak kecil, seorang Chinese, pernah ditanya, "Kamu ga keganggu?" Dia ketawa. Justru Bapak saya mestinya bayar," ujarnya.
(rdk/mdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Bengkalis Dukung Instruksi Wapres JK Lestarikan Lingkungan
-
Lingkungan
APRIL Grup Terlibat Dalam Pengelolaan Taman Nasional Zambrud di Siak
-
Lingkungan
Wapres JK : Nasib Riau Tragis Akibat Kerusakan Lingkungan
-
Lingkungan
Kepada Wapres, Gubri Klaim Penanganan Karhutla Lebih Baik
-
Nasional
Wapres Jusuf Kalla Semua Elemen Bergerak Padamkan Karlahut
-
Nasional
Wapres Jusuf Kalla Sebut Daerah Otonomi Baru Bebani APBD

