Panitia Pulau Jemur Gemstone 2015 Tak Transparan
Rabu, 11 Maret 2015 17:05 WIB
DUMAI - Helat kontes batu akik Pulau Jemur Gemstone Fair 2015 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) beberapa hari belakangan ini nampaknya banyak komplain dari kalangan pemenang dari luar daerah.
Dinilai panitia penyelenggara kegiatan ini kurang transparan soal hadiah kepada pemenangnya. Bahkan untuk mengaburkan apa sebenarnya hadiah itu, dimuculkannya sejumlah informasi menyesatkan seperti penampakan hatu di area kontes batu akik.
Salah satu komplain itu disampaikan Rezi Andhika Putra, pemenang kontes batu akik dari Kota Dumai menilai dengan tidak adanya informasi mengenai hadiah yang dilakukan Panitia Pulau Jemur Gemstone 2015 bukti ketidak siapan dalam menyelanggarakan iven besar ini.
"Kalau kita menilai apa yang terjadi saat ini, terlihat panitia hanya mencari keuntungan saja dalam pelaksanaan kontes batu ini. Sedangkan para pemenang hanya diberikan angan-angan tidak jelas mengenai hadiah," kesal Rezi, kepada riauheadline.com, Rabu (11/3/15).
Pihaknya juga mempertanyakan kepada beberapa panitia acara dan mendapatkan jawaban kurang memuaskan. Dalam pengakuan panitia, bahwa hadiah para pemenang akan dikalkulasi dari banyaknya peserta setiap kategori batu yang dipertandingkan.
"Pendaftaran kita pungut seratus ribu setiap peserta, dan kalau dalam satu kategori hanya tujuh peserta yang mendaftar, maka tujuh ratus ribu rupiah dibagi untuk juara satu, juara dua dan juara tiga," kata Rezi Andika Putra, yang mengaku kecewa mengikuti kontes di Rohil ini.
Dinilai panitia penyelenggara kegiatan ini kurang transparan soal hadiah kepada pemenangnya. Bahkan untuk mengaburkan apa sebenarnya hadiah itu, dimuculkannya sejumlah informasi menyesatkan seperti penampakan hatu di area kontes batu akik.
Salah satu komplain itu disampaikan Rezi Andhika Putra, pemenang kontes batu akik dari Kota Dumai menilai dengan tidak adanya informasi mengenai hadiah yang dilakukan Panitia Pulau Jemur Gemstone 2015 bukti ketidak siapan dalam menyelanggarakan iven besar ini.
"Kalau kita menilai apa yang terjadi saat ini, terlihat panitia hanya mencari keuntungan saja dalam pelaksanaan kontes batu ini. Sedangkan para pemenang hanya diberikan angan-angan tidak jelas mengenai hadiah," kesal Rezi, kepada riauheadline.com, Rabu (11/3/15).
Pihaknya juga mempertanyakan kepada beberapa panitia acara dan mendapatkan jawaban kurang memuaskan. Dalam pengakuan panitia, bahwa hadiah para pemenang akan dikalkulasi dari banyaknya peserta setiap kategori batu yang dipertandingkan.
"Pendaftaran kita pungut seratus ribu setiap peserta, dan kalau dalam satu kategori hanya tujuh peserta yang mendaftar, maka tujuh ratus ribu rupiah dibagi untuk juara satu, juara dua dan juara tiga," kata Rezi Andika Putra, yang mengaku kecewa mengikuti kontes di Rohil ini.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Perempuan Pengecer Bensin Tewas Terbakar di Rohil
-
Hukrim
Korupsi Dana Desa, Jaksa Resmi Tahan Mantan Kepala Desa di Rohil
-
Sosial
Bupati Suyatno Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Rokan Hilir
-
Maritim
ICMI Rohil Akan Gelar Pelatihan Ternak Lele Bioflok
-
Kesehatan
Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Rohil Dirikan 3 RTK
-
Traveler
Pemkab Rohil Terus Berhani Objek Wisata Pulau Jemur

