• Home
  • Traveler
  • Terjadi Pembiaran, WALHI Riau Sebut Cagar Biosfer Terancam Dicabut

Terjadi Pembiaran, WALHI Riau Sebut Cagar Biosfer Terancam Dicabut

Senin, 03 Maret 2014 13:05 WIB

PEKANBARU - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau menyatakan kawasan konservasi dunia Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, di Riau yang diusulkan perusahaan Sinar Mas Gruop terancam dicabut UNESCO karena telah terjadi pembiaran.

"Kalau memang itu semakin rusak, penetapan yang sudah dibuat UNESCO akan dicabut kembali karena fungsi cagar biosfernya tidak ada," ujar Direktur Eksekutif WALHI Riau, Riko Kurniawan di Pekanbaru, Senin.

Pada bulan Februari 2014, lebih dari 600 hektare kawasan konservasi dunia hutan alam di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu yang berada pada dua kabupaten di Riau yakni Bengkalis dan Siak dibakar sekelompok orang dan ingin mengalihfungsikan lahan menjadi pekebunan sawit.

Menurut Riko, perusahaan Sinar Mas selaku inisiator cagar biosfer lemah dalam menjaga kawasan konservasi dunia karena sebelum penetapan kawasan Giam Siak Kecil-Bukit Batu ditentukan di Korea Selatan tahun 2009, kawasan tersebut telah rusak.

Jika dilihat, hutan di tengah kawasan koservasi itu masih bagus. Tapi di sekitar cagar biosfer telah berubah fungsi menjadi kawasan hutan tanaman industri, ditambah lagi disekitar Giam Siak Kecil-Bukit Batu telah menjadi perkebunan sawit.

Praktek-praktek yang dilakukan perusahaan maupun perambah liar di sekitar cagar biosfer telah berdampak negatif terhadap kawasan koservasi dunia. Idealnya, gambut dalam tidak bisa dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit serta hutan tanaman industri.

 "Jika gambut itu rusak, maka hamparan gambut di sekitarnya juga ikut rusak. Ini terjadi setiap tahun. Baik pembakaran di kawasan cagar biosfer atau pemalakan liar, sebelum ditetapkan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO," katanya.

Solusi yang harus dilakukan sekarang terutama bagi pemerintah, lanjut Walhi, bagaimana ditahun-tahun berikut yakni menahan atau mengembalikan izin-izin yang sudah dikeluarkan tidak dilakukan terutama bagi pihak perusahaan.

"Bagi hutan alam yang tersisa dilahan gambut tersebut, tidak boleh dikonversi menjadi hutan tanaman industri atau jangan hilangkan hutan rawa gambut. Terakhir bagaimana memulihkan kembali gambut-gambut telah rusak di cagar biosfer," ucap Riko.

Komandan Satgas Tanggap Darurat Asap yang juga Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto pekan lalu mengatakan, pengerahan pasukan pemadam kebakaran akan fokus di Kabupaten Bengkalis. "Karena lokasi itu merupakan sumber asap yang kini menyelimuti Pekanbaru," ucapnya.

Berdasarkan hasil pemantauan lewat udara, menurut Prihadi, lokasi kebakaran cukup luas terjadi di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dan kuat dugaan akibat terjadi perambahan liar dan lokasi itu cukup sulit dijangkau.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar