- Home
- Advertorial
- Syamsuar: Selamatkan Tumbuhan dan Satwa Liar Untuk Kehidupan
Syamsuar: Selamatkan Tumbuhan dan Satwa Liar Untuk Kehidupan
Senin, 06 Juni 2016 17:30 WIB
SIAK - Bupati Siak Syamsuar pimpin upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Senin (6/6/16) di halaman kantor Bupati Siak.
Turut hadir Wakil Bupati Siak Alfedri, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak TS Hamzah, Unsur Forkopimda, Sejumlah Pejabat dilingkungan Pemerintah kabupaten Siak. Selain itu juga diikuti oleh PNS, Polri, TNI, pegawai honor, Pelajar SMA dan tamu undangan lainnya.
Setiap tanggal 5 Juni UNEP (United Nations Environment Programme/ Badan Lingkungan Hidup PBB) telah menetapkan sebagai hari lingkungan hidup sedunia. Dengan tema "Go Wild For Life", secara nasional tema hari lingkungan hidup Indonesia 2016 adalah "Selamatkan Tumbuhan dan Satwa Liar Untuk Kehidupan".

Pada kesempatan itu Bupati Siak Syamsuar, membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Antara lain menyebutkan persoalan terkait masalah keanekaragaman hayati yang harus dilindungi dan ancaman kepunahan dari sebagian besar spesies hewan akibat dari perusakan habitan dan perburuan.
Sesuai dengan tema hari lingkungan hidup sedunia untuk tahun 2016, yaitu "Go Wild For Life". Secara nasional, kita menyesuaikan tema hari lingkungan hidup indonesia 2016 adalah "Selamatkan Tumbuhan dan Satwa Liar Untuk Kehidupan", tutur Syamsuar.
Indonesia merupakan negara yang kaya dengan keanekaragaman hayati, yakni rumah dari 17% total spesies yang ada di dunia, yaitu sebanyak 35 ribu – 40 ribu spesies tumbuhan (11-15%), 707 spesies mamalia (12%), 350 spesies amphibi dan reptil (15%), 1.602 spesies burung (17%) dan 2.184 spesies ikan air tawar (37%).
Sementara untuk kelautan terdapat setidaknya 2.500 spesies molusca, 2000 spesies krustasea, 6 spesies penyu laut, 30 spesies mamalia laut, dan lebih dari 2.500 spesies ikan.

Berdasarkan data IUCN (International Union for Conservation of Nature), tercatat di Indonesia 2 spesies satwa berkategori punah, 66 spesies berkategori kritis, dan 167 spesies kondisi genting. Sedangkan untuk tumbuhan, 1 spesies punah, 2 spesies punah in situ, 115 spesies kritis, dan 72 spesies berstatus genting.
Syamsuar juga menjelaskan bahwa, "Kejahatan terhadap TSL (tumbuhan dan satwa liar) ini menjanjikan keuntungan yang luar biasa, pertahunnya saja dari perdagangan satwa ilegal tersebut menghasilkan 15-20 Miliyar Dollars".
Kejahatan terhadap TSL ini sudah setara dengan korupsi, pencucian uang, kejahatan terorganisir, senjata api ilegal, obat-obatan dan terorisme.
"Untuk melindungi TSL (tumbuhan dan satwa liar) dari kepunahan, Pemerintah pusat mengadakan Program Konservasi. Dimana semua jenis tumbuhan tersebut akan di lindungi di sana", ujar Bupati Siak tersebut.
Setelah adanya program Konservasi, Upaya perlindungan dan pelestarian alam dan satwa liar di Indonesia telah banyak menunjukan prestasi gemilang, dari catatan kurun waktu 1993-2004 ada penambahan 100 fauna baru, sedangkan untuk rentang tahun 2005-2014 ada lebih dari 269 jenis baru hayati yang ditemukan.
(adv/hum/nal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Syamsuar Sampaikan Bahaya Berita Hoax Kepada Ribuan Masyarakat Siak
-
Pendidikan
Disdik Riau Berhasil Selesaikan Kisruh PPDB SMA di Siak
-
Traveler
Kabupaten Siak Bakal Punya Gedung Cagar Budaya
-
Sosial
Bupati Siak Curhat Soal Karlahut dan Berbagai Persoalan ke Wantasnas
-
Hukrim
Berikut Ini Deretan Kasus Korupsi Dilingkungan Pemkab Siak
-
Pendidikan
Masyarakat Tualang di Siak Berharap Anaknya Sekolah Negeri

