5.600 Pompa Angguk di Duri Field
Sabtu, 14 Desember 2013 13:46 WIB
DURI - Berbeda dengan minyak yang dihasilkan lapangan Minas ( minas crude dengan jenis light oil), minyak di lapangan Duri berjenis heavy oil. Dengan jenis minyak yang heavy (berat), tehnologi yang diterapkan juga berbeda. Yaitu dengan menggunakan staem fload (injeksi uap).
Menurut tim leader production decesion support center, Nibukat Zaradan Jum"at ( 13/12/13), steam fload atau menginjeksikan uap panas ke dalam reservoir adalah untuk mendapatkan suhu panas yang bertujuan untuk lebih mengencerkan minyak di Duri field yang sangat kental. Jika suhu panas sudah didapatkan, injeksi uap panas ke reservoir di hentikan untuk sementara.
"Setelah suhu panas tinggi untuk mengencerkan minyak didapatkan, maka steam fload dihentikan sementara. Jika panas menurun injeksi uap panas kembali dilakukan," terangnya.
Sementara, minyak yang sudah dipanaskan sudah encer, maka akan mudah di naikkan ke permukaan bumi dengan menggunakan pompa angguk yang berjumlah sebanyak 5.600 pompa yang beroperasi di Duri Field seluas 17 X 17 kilometer. Proses steam fload tersebut juga dibantu oleh 1.100 water injection pump (pompa injeksi air yan membantu mendorong minyak naik ke permukaan bumi.
"Itu sebabnya dalam produksi kita, dari 100 persen fluida yang diangkat dari reservoir, 80 persennya berupa water (air). Sisanya adalah minyak dan campuran lainnya," terangnya.
Fluida yang berhasil diangkat dimasukkan ke dalam tanki pemisahan air dengan minyak. Minyak akan dialirkan ke tanki lain, sementara air dialirkan ke tangki water treatment untuk lebih dibersihkan agar air tersebut siap kembali diinjekkan ke perut bumi untuk membantu menaikkan minyak.
Semua operasional di seluruh sumur produksi dipantau di ruangan Decision Support Center (DSC). Jika ada pipa yang mengalirkan minyak, pompa yang tidak berfungsi serta pompa yang tidak menginjekkan air atau uap air akan terpantau dari ruangan DSC. Staf di DSC akan memberikan informasi ke staf tehnis di lapangan agar dilakukan perbaikan dengan segera supaya proses produksi kembali berjalan maksimal.
Ia menambahkan, hasil produksi dari Duri Field didistribusikan ke tanki penampungan crude di Dumai melalui pipa yang berbeda dengan pipa yang mendistribusikan light oil dari Minas (sumatran light oil).
Sementara, Manager CTOM Dumai Operation and HCT, Aristo Joeristanto mengatakan bahwa semua minyak hasil produksi Chevron di berbagai block semua didistribusikan ke Dumai dengan menggunakan pipa distribusi.
Menurutnya, produksi minyak yang dikirimkan ke Dumai untuk di proses sesuai dengan perjanjian KKKS. Minyak-minyak tersebut sebagian untuk di ekspor dan sebagian lagi di proses pada kilang minyak Putri Tujuh Dumai.
Sementara, Kepala Urusan Humas SKK MIGAS Perwakilan Riau, Haryanto Syafri Mengatakan bahwa untuk wilayah Sumatera bagian utara, ada 4 provinsi yang menghasilkan minyak bumi. Yaitu Riau, Nangroe Atjeh Daroesallam, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Kepri.
Dari 4 Provinsi tersebut, ada 16 kabupaten dan 2 kota. Khusus untuk Riau, Ada 12 kabupaten/kota. Yaitu Bengkalis, Siak, Pelalawan, Meranti, Rohil, Rohul, Kampar Inhil, Inhu, Kuansing, Pekanbaru dan Dumai.
"Di wilayah operasional Sumatera bagian utara, ada 60 KKKS (K3S) yang beroperasi. Dari jumlah tersebut, 35 K3S masih melakukan eksplorasi. Sisanya sebanyak 25 K3S sudah berproduksi," terangnya.***(H-we)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

