Dewan Minta Disperindag Pekanbaru Antisipasi Lonjakan Harga Sembako
Minggu, 09 November 2014 13:11 WIB
PEKANBARU : Kalangan legislator meminta pihak Dinas Perindustrian Kota Pekanbaru, Riau, untuk dapat mengantisipasi dampak rencana pemerintah pusat yang akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi karena sejauh ini telah berdampak pada naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok di daerah ini.
Kondisi ini disebabkan ulah dari para agen dan pedagang yang memanfaatkan kondisi ini mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Sahril SH mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) turun tangan dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan harga sembako ini agar masyarakat tidak sampai resah.
Dia menyebutkan, Disperindag bisa melakukan berbagai langkah diantaranya melakukan operasi pasar, sehingga harga-hara tidak sempat mengalami lonjakan. "Selain itu Disperindag juga diminta melakukan razia pasar secara kontinu," ungkapnya, Sabtu (8/11) di Pekanbaru.
Diakuinya, terkait melonjaknya harga sembako di Pekanbaru, banyak masyarakat menyampaikan keluhannya ke DPRD. Sebab lonjakan harga ini sudah membuat mereka menjadi resah, karena harga-harga mulai tidak terjangkau lagi oleh mereka.
Kemudian, terkait menjelang kenaikan harga BBM, Sahril minta kepada Pertamina untuk memperketat pengawasan terhadap SPBU. Hal ini berguna untuk menghindari terjadinya permainan yang mengakibatkan kelangkaan BBM.
Menurut dia, dengan dilakukannya pengawasan di SPBU, berarti Pertamina sudah mencegah terjadinya praktek pengelolaan SPBU mengeluarkan BBM di luar jalur untuk kepentingan masyarakat, sehingga persediaan BBM bisa terjamin.
(mcr/adi/red)
Kondisi ini disebabkan ulah dari para agen dan pedagang yang memanfaatkan kondisi ini mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Sahril SH mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) turun tangan dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan harga sembako ini agar masyarakat tidak sampai resah.
Dia menyebutkan, Disperindag bisa melakukan berbagai langkah diantaranya melakukan operasi pasar, sehingga harga-hara tidak sempat mengalami lonjakan. "Selain itu Disperindag juga diminta melakukan razia pasar secara kontinu," ungkapnya, Sabtu (8/11) di Pekanbaru.
Diakuinya, terkait melonjaknya harga sembako di Pekanbaru, banyak masyarakat menyampaikan keluhannya ke DPRD. Sebab lonjakan harga ini sudah membuat mereka menjadi resah, karena harga-harga mulai tidak terjangkau lagi oleh mereka.
Kemudian, terkait menjelang kenaikan harga BBM, Sahril minta kepada Pertamina untuk memperketat pengawasan terhadap SPBU. Hal ini berguna untuk menghindari terjadinya permainan yang mengakibatkan kelangkaan BBM.
Menurut dia, dengan dilakukannya pengawasan di SPBU, berarti Pertamina sudah mencegah terjadinya praktek pengelolaan SPBU mengeluarkan BBM di luar jalur untuk kepentingan masyarakat, sehingga persediaan BBM bisa terjamin.
(mcr/adi/red)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Pemkab Siak Targetkan PAD Retribusi Menara Rp700 Juta
-
Ekbis
Awasi BUMD, Pemprov Riau Usulkan Perda Tata Kelola
-
Ekbis
Sepekan Transaksi Jual Beli Perhiasan Melemah di Dumai
-
Ekbis
Pemkab Bengkalis Sambut Baik Program Prisma Chevron
-
Ekbis
AHM Ajak Konsumen Saksikan MotoGP 2015
-
Ekbis
Dana Pembangunan Siak Dipotong Hingga Rp300 Miliar Lebih

