• Home
  • Ekbis
  • Diprediksi Terjadi Perluasan Kebun Sawit Indonesia

Permintaan CPO Eropa Tinggi,

Diprediksi Terjadi Perluasan Kebun Sawit Indonesia

Rabu, 22 Oktober 2014 19:17 WIB

PEKANBARU - Kendati Rountable Sustainable Palm Oil (RSPO) kurang mendapatkan respon positif dari banyak perusahaan sawit di Indonesia, dan bahkan mendapatkan saingan dari Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), namun permintaan CPO di pasar Eropa masih tinggi. Permintaan pasar Eropa saat ini mencapai 14 juta ton pertahun.

Jika permintaan tinggi sementara pasokan tidak mencukupi, diprediksi akan terjadi penambahan luasan kebun sawit di Indonesia. Termasuk di provinsi Riau. Hal itu terjadi karena peluang sangat terbuka lebar.

"Yang perlu digesa adalah memperkuat aturan RSPO di dalam prasyarat pembangunan perkebunan sawit. Jika itu dilakukan, kendati terjadi perluasan kebun sawit, namun aturan pengelolaan kebun sawit keberlanjutan akan dapat diterapkan dan dilaksanakan semaksimal mungkin," terang Direktur Sawit Wach Jefri Gideon Saragih di Seminar Dinamika Perkebunan Kelapa Sawit Riau di sebuah hotel berbintang di Pekanbaru, Selasa (22/10/14).

Penelusuran Riau Terkini menyebutkan bahwa hanya sedikit perusahaan perkebunan sawit di Riau yang memiliki sertifikat RSPO. Bahkan, ada beberapa perusahaan yang justru mundur dari keanggotaan RSPO.

Yang menjadi masalah adalah seperti yang dituturkan Jefri, 6 tahun ke depan, Uni Eropa membutuhkan 50 juta ton minyak sawit. Sementara, hasil minyak sawit di seluruh dunia saat ini sebesar 30 juta ton. Maka masih kekurangan 20 juta ton lagi. Sudah barang tentu untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan penambahan luas lahan sawit.

Selain direktur Sawit Wach, Seminar Dinamika Perkebunan Kelapa Sawit Riau yang ditaja Scale Up Pekanbaru ini, juga menghadirkan Pengamat Antropologi Rawa El Amadi, Wasekjend Forum Tata Ruang Sumatera, Raflis dan pembicara dari Dinas Perkebunan.***(H-we)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ekbis
Komentar