Dishub Meranti Segera Panggil Pemilik Jasa Transportasi Laut
Sabtu, 10 Januari 2015 14:47 WIB
MERANTI : Terkait turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), ternyata tidak berpengaruh pada turunnya harga tiket transportasi laut khususnya tujuan Selatpanjang-pekanbaru begitu juga dengan harga sembako.
Berbeda ketika BBM naik, para pengusaha dan pedagang malah cepat-cepat menaikkannya, meski tanpa adanya persetujuan pemerintah.bahkan sebelumnya naik secara resmi para pedagang malahan sudah menaikan harga dagangannya.
Oleh karena itu Pemkab Meranti melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kepulauan Meranti segera memanggil pemilik kapal penyedia jasa transportasi laut. Pemanggilan dilakukan terkait harga tiket penumpang angkutan laut (speedboat) yang tidak kunjung turun pasca turunnya harga BBM oleh pemerintah pusat.
"Dalam waktu dekat ini kita akan panggil pemilik-pemilik kapal. Baik yang antar pulau dalam wilayah kabupaten, dan antar kabupaten di Riau untuk membicarakan hal ini," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kepulauan Meranti, Hariyadi melalui Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi (Kabid Kominfo) Syaiful Ikram, Jumat (9/1) siang kemarin
Hasil dari pertemuan dengan para penyedia kapal jasa transportasi laut tersebut, kata Syaiful, selanjutnya akan dibahas Dishubkominfo bersama Komisi B DPRD Kepulauan Meranti pada Rabu (14/1) nanti dan akan segera kita sampaikan Kebupati "sebutnya.
Hasil Penetapan harga tiket jasa transportasi laut di dalam sebuah kabupaten/kota akan kita serahkan kepada pemerintah Pronvinsi karena itu merupakan wewenang penuh dari pemerintah Pronvinsi bersama dengan instansi, serta pihak-pihak terkait. Karenanya, namun begitu pembahasan perlu segera dilakukan."ungkapnya.
Syamsidir Alias Atan salah seorang warga Alahair Timur, mengaku prihatin dengan pembuat kebijakan di negeri ini. Menurut dia, seharusnya ketika harga BBM diturunkan turut berimbas kepada harga tiket dan barang danganan lainnya. Sehingga, masyarakat tidak terus dipersulit dengan kondisi seperti itu. Tapi yang terjadi di lapangan malah berbeda dengan yang diharapkan.
"Kalau sebelumnya mereka berani menaikkan harga tiket secara sepihak, kenapa sekarang tidak berani menurunkannya. Harus pula menunggu keputusan bupati dan pemangku kepentingan lainnya. Inilah yang menurut saya sudah menyalah dan sesekali perlu adanya tindakan untuk memberi efek jerak agar pelaku usaha transportasi laut tersebut tidak sesuka hati menaikkan harga seperti kemarin," sebut pria berambut pendek itu.
Pernyataan sama juga disampaikan beberapa warga lainya,bahkan menurut salah seorang warga yang engan disebutnkan namannya pembahasan mengenai penurunan harga tiket oleh Dishub tidak boleh ditunda lagi, sebab akan merugikan masyarakat.
"Seingat saya, sewaktu menaikkan harga tiket tidak pernah dibahas di DPRD, kenapa ketika hendak menurunkannya mesti dibahas pula. Ada apa ini," sebut dia.
Dia juga berharap keputusan yang dibuat tidak hanya menyangkut harga tiket, tetapi juga berkaitan dengan harga sembako. Sebab, persoalan yang paling merungsingkan adakah kenaikan harga sembako yang dipicu dari kenaikan harga BBM.beberapa waktu lalu.
"Kalau cuma harga tiket buat apa, Pemkab juga mesti merangkul pedagang pasar untuk membicarakan penurunan hatga pasca turunnya harga BBM oleh pemerintah pusat," ujarnya.
(fan/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kejati Riau Berhasil Tangkap PNS Pemilik Rekening Gendut
-
Hukrim
Mobil Tangki Pengangkut Biodiesel Pertamina Diduga Kencing Minyak
-
Ekbis
Pemerintahan Sebelum Jokowi Hambat Pembangunan Kilang Baru?
-
Hukrim
Terdakwa TPPU Rp1,2 Triliun Divonis Bebas, Kejari Pekanbaru Susun Kasasi
-
Hukrim
Minyak Mentah Chevron Operasional Dumai Kembali Dicuri
-
Ekbis
Empat Desa di Kabupaten Meranti Belum Dapat Alokasi BBM

