Pasca Penurunan Harga BBM
Disperindag Pekanbaru Didesak Lakukan Upaya Normalisasi Harga
Kamis, 22 Januari 2015 18:51 WIB
PEKANBARU - Meski pemerintah pusat telah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), namun harga sembako di Pekanbaru masih tetap tinggi. Malahan ada pula beberapa jenis sembako yang terus mengalami kenaikan harga.
Terkait hal itu, anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Roem Diana Dewi minta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru untuk melakukan normalisasi harga sembako dengan cara melakukan sidak di pasar-pasar.
"Disperindag harus melakukan sidah di pasar-pasar agar pedagang tidak bisa seenaknya saja menaikan harga sembako di saat harga BBM sudah diturunkan pemerintah," ungkap Roem Diana Dewi, Kamis (22/1/15) di Pekanbaru.
Dia mengatakan, naiknya harga sembako akhir-akhir ini sangat menyengsarakan masyarakat, terutama masyarakat ekonomi lemah. "Makanya Disperindag harus turun tangan untuk menormalisasi harga sembako itu agar masyarakat tidak sengsara," tambahnya.
Disebutkannya, dengan telah turunnya harga BBM, tidak ada alasan lagi bagi para pedagang untuk tetap menjual harga semabko maupun harga pokok lainnya dengan harga yang mahal. Justru harganya seharuskan diturunkan.
Roem Diana Dewi mengatakan jika nanti masih ada keluhan masyarakat soal harga mahal, tidak tertutup kemungkinan pihaknya akan melakukan sidak. "Kita berharap para pedagang dapat memaklumi hal ini," jelasnya.
Pedagang Masih Gunakan Modal Lama
Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar pada 19 Januari 2015, masih belum ikut menurunkan harga bahan pokok oleh pedagang.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Riau Ramli Walid, masih tingginya harga sejumlah barang bahan pokok dikarenakan pedagang masih memakai modal harga lama.
"Ya, bisa jadi itu dikarenakan mereka masih menggunakan harga lama, sebagai modal, sehinga ketika menjual ke masyarakat, harganya juga harga lama, yang masih mahal," kata Ramil.
Disperidag sendiri dalam menyikapi hal itu menurut Ramli tidak melakukan operasi pasar, hanya saja, diminta kepada para pedagang agar bisa melakukan penyesuaian harga kebutuhan pokok itu secepatnya, agar masyarakat tidak dibuat resah.
"Kita harapkan pedagang jangan mengambil kesempatan meraup keuntungan sebesar-besarnya dari kondisi ini, segera sesuaikan harga dengan kondisi harga BBM yang sudah diturunkan," imbaunya.
(yud/yud)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Pemkab Siak Targetkan PAD Retribusi Menara Rp700 Juta
-
Ekbis
Awasi BUMD, Pemprov Riau Usulkan Perda Tata Kelola
-
Ekbis
Sepekan Transaksi Jual Beli Perhiasan Melemah di Dumai
-
Ekbis
Pemkab Bengkalis Sambut Baik Program Prisma Chevron
-
Ekbis
AHM Ajak Konsumen Saksikan MotoGP 2015
-
Ekbis
Dana Pembangunan Siak Dipotong Hingga Rp300 Miliar Lebih

