Disperindag Siak Perketat Pembelian Gas 3 Kg
Selasa, 07 April 2015 19:44 WIB
SIAK - Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat bakal terus memperketat keluarnya gas elpiji 3 kg. Hal ini diakibatkan karena harga elpiji 12 kg yang alami kenaikan, hingga banyak masyarakat pindah ke elpiji 3 kg.
"Saat ini kita memang memperketat untuk pembelian gas elpiji 3 kg karena bukan menjadi rahasia lagi bahwa, ketika harga elpiji 12 kg naik, maka masyarakat bakal berbondong-bondong migrasi ke elpiji 3 kg. Sehingga hal ini akan membuat kuota yang telah ditetapkan jadi kurang," ungkap JKadisperindag Siak Wan Bukhori, Selasa (7/4/2015).
Ia juga meminta kepada seluruh agen dan sub agen untuk dapat memilih-milih, masyarakat yang membeli gas elpiji tersebut. "Jangan pula, masyarakat kurang mampu, tidak mendapatkan gas tersebut. Gara-gara banyak masyarakat mampu yang beralih ke gas elpiji," ungkapnya.
Disperindag juga berencana membuat kartu untuk pembelian gas elpiji 3 kg tersebut. "Jadi hanya yang memiliki kartu sajalah yang dapat membeli gas tersebut. Sehingga dengan begini kita tidak akan merasa khawatir gas elpiji 3 kg menjadi langka diakibatkan banyaknya masyarakat mampu yang berpindah ke elpiji 3 kg," ungkapnya.
Tidak hanya itu saja, dikatakannya bahwa, pihaknya juga sudah mengingatkan agen dan sub agen agar tidak mendistribusikan gas elpiji 3 kg keluar Kabuapten Siak.
"Sehingga peruntukan dan harga bisa mengikuti harga eceran tertinggi yang sudah ditetapkan pemerintah. Kemudian kalangan tertentu tidak mudah melakukan aksi ambil untung," tegasnya.
(rdk/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Syamsuar Sampaikan Bahaya Berita Hoax Kepada Ribuan Masyarakat Siak
-
Pendidikan
Disdik Riau Berhasil Selesaikan Kisruh PPDB SMA di Siak
-
Traveler
Kabupaten Siak Bakal Punya Gedung Cagar Budaya
-
Sosial
Bupati Siak Curhat Soal Karlahut dan Berbagai Persoalan ke Wantasnas
-
Hukrim
Berikut Ini Deretan Kasus Korupsi Dilingkungan Pemkab Siak
-
Pendidikan
Masyarakat Tualang di Siak Berharap Anaknya Sekolah Negeri

