Gas Elpiji 12 Kg di Bengkalis Terancam Langka
Minggu, 05 Januari 2014 17:11 WIB
BENGKALIS - Kenaikan Gas Elpiji 12 kilogram (kg) di Bengkalis membuat sejumlah masyarakat penguna elpiji mengeluh. Pasalnya harga gas elpiji 12 kg harganya langsung meroket, di atas ketentuan dan cenderung tidak terkendali. Disamping harga, stok atau ketersediaan juga tidak terkenali.
Pantauan dilapangan, Minggu (5/1) kemarin. Harga elpiji 12 kg non subsidi mencapai Rp 170 ribu per tabung di tingkat pengecer. Padahal harga sebelumnya antara Rp 115 ribu hingga Rp 120 ribu per tabung.
Hal ini tentunya membuat sejumlah agen atau penjual di Bengkalis sedikit khawatir akan putusnya stok elpiji untuk dua pekan ke depan. Karena stok sedikit tersendat. Begitu sampai ke Bengkalis langsung disalurkan ke tingkat pengecer dan langsung terjual.
“Kita sedikit pusing, karena mau berapa nantinya dijual, kenaikan harga Pertamian yang langsung menetapkan. Untungnya, di Bengkalis alokasinya masih mencukupi. Walau tidak sempat di stok kan, akan tetap tetap lancar. Harga jual tinggi, di kalangan eceran mencapai Rp 170 ribu per tabung,”kata Hendri salah seorang penjual elpiji.
Kendati pun, Hendri bersama penjual gas elpiji lainnya menyanyangkan tingginya harga baru yang sudah dua hari beredar. Ia mengaku hanya bisa pasrah karena sudah menjadi keputusan Pertamina. Bahkan setiap waktu, sambungnya. Pihak Disperindag mengecek satu persatu lokasi agen dan pengecer.
Sementara itu, salah seorang ibu rumah tangga (IRT) Rusnah (32) warga Jalan Bantan, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis mengaku kaget dengan kenaikan harga elpiji 12 kg non subsidi. Kondisi tersebut membuat ibu beranak dua itu memutus langganan gas elpiji 12 kg, dan beralih ke elpiji 3 kg.
Dia mengaku tidak mampu lagi membeli elpiji ukuran ganda. Namun, di tingkat pengecer atau penyalur, harga elpiji 3 kg masih normal. “Kalau harga Rp 120 ribu itu sebenarnya sudah wajar, tiba-tiba naik Rp 170 ribu per tabung, seperti tidak wajar lagi, lebih baik beralih ke gas elpiji 3 kg,” tuturnya. (ias)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

