Harga Anjlok, Petani Buah Pinang Berhenti Memanen di Rohil
Kamis, 11 Desember 2014 13:52 WIB
ROKAN HILIR : Petani pinang di Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir mengeluh karena sejak beberapa pekan terakhir harga buah pinang kering anjlok dari Rp20.000/kg menjadi Rp8.000/Kg. Harga ini baru ditingkat agen pengumpul. Sedangkan di tingkat petani beraneka ragam mulai dari Rp6.000/kg sampai Rp4.000/kg.
Iwan , salah seorang Agen Pengumpul buah pinang di daerah ini ketika dijumpai riauheadline.com, Kamis (11/12/14) mengatakan, penurunan harga yang tajam ini cukup memukul petani. Tadinya petani sangat gembira sekali dengan harga Rp20 ribu/Kg, tapi tiba-tiba sekarang turun sampai 60 persen lebih. Ada apa sebenarnya.
Jatuhnya harga jual salah satu hasil pertanian di Rimba melintang cukup menjadi momok di kalangan petani, apalagi ditambah musim hujan masih berlangsung, sehingga petani jadi malas untuk memenen pinang mereka. Artinya produksi buah mulai menurun dan berkurang ditambah harga jual jauh dibawah stabil.
"Kalau waktu buah pinang harga Rp20ribu/Kg, saya bisa menyetor buah pinang kering ke agen besar di Medan sumatra Utara 10-15 ton/minggu. Jadi sebulan rata-rata buah pinang kering bisa di setor bekisar 40 hingga 60 ton /bulan," katanya.
Dikatakannya, sekarang harga buah pinang turun hingga membuat petani malas memanen buah pinang mereka, sehinga dia hanya bisa mengumpul kan buah pinang kering 4-7 ton /minggu. "Kadang-kadang untuk memenuhi mobil kol diesel saja harus menunggu hingga dua pekan," kata Iwan.
Kalsum salah seorang petani pinang mengatakan saat dijumpai dirumah nya, mengaku malas memanen pinang nya, disebabkan harga jual sangat murah sedangkan proses pengolahan buah pinang sebelum dijual sangat banyak. "Sebelum dijual buah pinang harus dikupas terlebih dahulu lalu dijemur," terang Kalsum.
Jadi kalau sudanh dikupas dan dibiar terlalu lama bisa tumbuh jamur, lebih baik dibiarkan begitu saja tidak ada masalah kerusakan atau kerugian,kalau buah pinang sudah naik harga nya baru kita kupas dan dijual kepada pengumpul,tandas kalsum
Ia berharap ada campur tangan Pemkab Rokan Hilir dalam masalah penetapan harga dengan mencarikan solusi untuk membantu para petani pinang.
"Setidaknya Pemkab bisa menjelaskan penyebab tidak stabilnya harga jual pinang selama ini agar kami dapat mengatur keuangan atau penghasilan kami," ungkap Kalsum mengakhiri.
(zul/zul)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Pemkab Siak Targetkan PAD Retribusi Menara Rp700 Juta
-
Ekbis
Awasi BUMD, Pemprov Riau Usulkan Perda Tata Kelola
-
Ekbis
Sepekan Transaksi Jual Beli Perhiasan Melemah di Dumai
-
Ekbis
Pemkab Bengkalis Sambut Baik Program Prisma Chevron
-
Ekbis
AHM Ajak Konsumen Saksikan MotoGP 2015
-
Ekbis
Dana Pembangunan Siak Dipotong Hingga Rp300 Miliar Lebih

