Harga BBM Picu Inflasi di Kepulauan Meranti
Kamis, 19 Desember 2013 14:39 WIB
SELATPANJANG - Masalah ketersediaan, distribusi dan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) diyakini menjadi pemicu utama inflasi di Kabupaten Kepulauan Meranti. Oleh karena itu, Pemkab Kepulauan Meranti mengharapkan perhatian Pemerintah Pusat yang memegang kewenangan regulasi distribusi BBM.
Demikian dikatakan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, dalam sambutannya pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD, dalam rangka Hari Ulang Tahun Kabupaten Kepulauan Meranti Ke-5, Kamis (19/12/2013) di Selatpanjang.
Sebenarnya, kata Irwan, tren pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Meranti terus meningkat cukup baik dari tahun ketahun, sejak secara defacto Pemerintahan daerah otonom baru ini beroperasi mulai Tahun 2009, namun pada Tahun 2012 melambat karena dipicu masalah BBM.
'Distribusi penyaluran BBM menjadi kewenangan Pemerintah Pusat, bukan kewenangan Pemerintah Daerah. Untuk itu kami mengharapkan dukungan tokoh-tokoh yang saat ini menjabat di tingkat Provinsi dan Pusat, untuk menambah alokasi BBM bagi daerah ini,' ucapnya.
Menurut Irwan, melambatnya pertumbuhan ekonomi pada Tahun 2012 lalu, disebabkan tingginya inflasi di daerah ini hingga mencapai 15 persen. 'Ternyata ada suatu sistem yang kurang sehat di daerah ini yang memicu tingginya inflasi, seperti terjadinya kelangkaan BBM dan tingginya harga jual BBM,' ujarnya.
Akibat kelangkaan dan tingginya harga jual BBM itu, lanjutnya, menyebabkan mahalnya biaya transportasi yang berimbas kepada nilai jual tinggi harga-harga kebutuhan pokok di pasaran, sehingga daya beli masyarakat menjadi turun.
Sementara itu Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Kabupaten Kepulauan Meranti, Mulyono, berpendapat bahwa permasalahan BBM juga dipicu dengan buruknya sistem penyaluran BBM di APMS, dimana jatah penyaluran BBM kepada konsumen banyak dikuasai oleh nama orang-orang yang tidak berhak menyalurkannya.
'Nama-nama mereka ada di APMS, tapi mereka tidak punya pangkalan atau kios penyaluran BBM. Setiap kali BBM datang, jatah BBM itu mereka jual lagi kepada penjual BBM yang memiliki kios penjualan. Sehingga harga jual BBM di daerah ini menjadi berlipat ganda,' ungkapnya.***(fan/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

