Isu Beras Plastik Bikin Omset Pedagang Dumai Menurun
Sabtu, 23 Mei 2015 19:03 WIB
DUMAI - Beras plastik yang beredar di pulau Jawa berdampak buruk bagi pedagang beras di Kota Dumai. Betapa tidaknya, sejumlah masyarakat kini mulai takut untuk membeli beras untuk dikonsumsi sehari-harinya dan membuat omset pedagang mengalami penurunan.
Anci, pedagang beras di Jalan Syeh Umar, Sabtu (23/5/15) mengatakan penjualan beras mengalami kemerosotan hampir mencapai 50 persen dibanding sebelumnya sejak keresahan beredarnya isu beras sintetis yang saban hari muncul di layar kaca televisi tersebut.
"Permintaan beras jauh merosot sejak marak berita beras mengandung campuran plastik. Kami sebagai penjual beras juga tidak sembarangan mengambil dari pemasok, karena ini menyakut keselamatan konsumen," ucap dia disela-sela melayani pembeli.
Dikatakan Anci, selain berkurang omzet, harga jual beras di pasaran juga menurun disebabkan musim panen dan banyak pasokan dari berbagai daerah, seperti Jawa, Palembang, Sumatera Barat dan Lampung. "Harga beras kini sudah murah, karena sudah masuk musim panen," jelasnya.
Sementara pedagang lain menyebutkan, akibat isu beras palsu tersebut banyak masyarakat konsumen bertanya ketika membeli beras dan tentu saja ini membuat dirinya kewalahan. "Tapi kami sebagai pedagang tentu memberikan yang terbaik kepada konsumen," ujarnya.
Kegiatan sidak beras yang dilakukan pemerintah ini dianggap langkah tepat karena bisa memudahkan dirinya menjelaskan kepada konsumen perihal kepastian beras asli atau palsu. "Bagus juga adanya sidak ini karena saya bingung dan tidak tahu untuk menjawab konsumen yang kuatir salah membeli beras," ungkapnya.
Setelah sidak ini diharapkan dia pemerintah bisa memberikan kepastian terkait peredaran beras sintetis tersebut dan pedagang serta masyarakat tidak lagi kuatir. Disperindag Dumai bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat Jumat siang tadi melakukan sidak ke sejumlah toko agen penjualan beras untuk melihat peredaran beras palsu di pasaran.
Dari kegiatan ini, tim sidak mengambil sampel 10 merk beras untuk dilakukan uji labor di Balai POM Pekanbaru, namun kesimpulan sementara tidak ada beras yang dicurigai mengandung bahan plastik. "Sampel beras yang kita ambil tidak ditemukan yang membahayakan," jelas Zulkarnaen, Kadisperindag Dumai.
Anci, pedagang beras di Jalan Syeh Umar, Sabtu (23/5/15) mengatakan penjualan beras mengalami kemerosotan hampir mencapai 50 persen dibanding sebelumnya sejak keresahan beredarnya isu beras sintetis yang saban hari muncul di layar kaca televisi tersebut.
"Permintaan beras jauh merosot sejak marak berita beras mengandung campuran plastik. Kami sebagai penjual beras juga tidak sembarangan mengambil dari pemasok, karena ini menyakut keselamatan konsumen," ucap dia disela-sela melayani pembeli.
Dikatakan Anci, selain berkurang omzet, harga jual beras di pasaran juga menurun disebabkan musim panen dan banyak pasokan dari berbagai daerah, seperti Jawa, Palembang, Sumatera Barat dan Lampung. "Harga beras kini sudah murah, karena sudah masuk musim panen," jelasnya.
Sementara pedagang lain menyebutkan, akibat isu beras palsu tersebut banyak masyarakat konsumen bertanya ketika membeli beras dan tentu saja ini membuat dirinya kewalahan. "Tapi kami sebagai pedagang tentu memberikan yang terbaik kepada konsumen," ujarnya.
Kegiatan sidak beras yang dilakukan pemerintah ini dianggap langkah tepat karena bisa memudahkan dirinya menjelaskan kepada konsumen perihal kepastian beras asli atau palsu. "Bagus juga adanya sidak ini karena saya bingung dan tidak tahu untuk menjawab konsumen yang kuatir salah membeli beras," ungkapnya.
Setelah sidak ini diharapkan dia pemerintah bisa memberikan kepastian terkait peredaran beras sintetis tersebut dan pedagang serta masyarakat tidak lagi kuatir. Disperindag Dumai bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat Jumat siang tadi melakukan sidak ke sejumlah toko agen penjualan beras untuk melihat peredaran beras palsu di pasaran.
Dari kegiatan ini, tim sidak mengambil sampel 10 merk beras untuk dilakukan uji labor di Balai POM Pekanbaru, namun kesimpulan sementara tidak ada beras yang dicurigai mengandung bahan plastik. "Sampel beras yang kita ambil tidak ditemukan yang membahayakan," jelas Zulkarnaen, Kadisperindag Dumai.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bulog Wilayah Riau-Kepri Tutup Jumlah Stok Beras
-
Ekbis
Kabupaten Rokan Hilir Bebas Peredaran Beras Sintetis
-
Opini
Lambannya Penanganan Isu Beras Plastik
-
Ekbis
Pemerintah Jamin Kota Pekanbaru Bebas Beras Plastik
-
Ekbis
Disperindagkop UKM Meranti Sidak Antisipasi Beras Plastik
-
Ekbis
Isu Beras Plastik Bikin Omset Pedagang Dumai Menurun

