JMGR Tingkatkan Kemandirian Petani Sagu di Meranti
Minggu, 29 Desember 2013 16:15 WIB
SELATPANJANG - Dalam upaya meningkatkan kemandiri pemuda dan petani sagu di kabupoaten Kepulauan Meranti, Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) saat ini sedang memfokuskan pada peningkatan kemandirian masyarakat khususnya petani sagu.
Hal itu bertujuan untuk menyelamatkan Sumber Daya Alam (SDA) Meranti dari kepunahan dan kerusakan oleh orang yang tidak bertanggung.
Demikian disampaikan oleh Sekretaris Jendral JMGR Isnadi Esman, Jumat (27/12/2013) siang. Esman menjelaskan saat ini JMGR sedang memfokuskan pada peningkatan kemandirian masyarakat khusunya petani sagu di Meranti.
"Berbagai kegiatan Dan penyuluhan talah kita lakukan seperti pelatihan hukum keritis, pembinaan kelompok petani muda, dan pelatihan budidaya tanaman kayu hutan," ungkap Isnadi.
Menurutnya pula, sebagai tanaman prioritas andalan di Meranti, tentunya tanaman ini harus dijaga dan dipelihara.
Lanjut Isnadi, Kepulauan Meranti yang rentan pada masalah konflik lahan pertahan membuat masyarakat tak mampunyai tempat berbagi dimana aspirasi mereka tak mampu dihargai.
Bersama dengan itu lah JMGR belum lama ini mempublikasikan Kabupaten Kepulauan Meranti untuk Desa Sungai Tohor Kecamatan Tebing Tinggi Timur sebagai centra budidaya sagu melalui media Televisi Trans 7.
Begitu juga halnya dengan pemuda binaan JMGR. Menurut salah satu pemuda binaan, Alnas Saputra (24), ketika dihubungi mengatakan, banyak perubahan Dan perubahan yang didapatkan oleh pemuda pemudi seperti membangun kemitraan dan kemandirian masyarakat untuk lebih mandiri salah satunya dengan memanfaatkan apa yang dimiliki.
"Pengelolaan hutan lindung, serta pelatihan untuk pemuda, tentunya ini menjadi dunia baru bagi kami disini. Belajar dan mendalamai ilmu tentang hutan, pertanian, dan pemetaan wilayah," Ucap Alnas.
Begitu juga dengan pengakuan Izul Azri Patra pemuda yang kerap dipanggil Azri ini merupakan Ketua Gerakan Muda Sungai Tohor atau disingkat (GEMAS). Gerakan ini didirikan hampir satu tahun yang lalu. Eksistensi gerakan muda ini dalam menjalankan programnya adalah dengan memanfaatkan lahan kosong untuk berkebun atau bercocok tanam.
"saat ini kami tidak lagi membeli kebutuhan pokok seperti sayuran, karena kami sudah mempunyai kebun Dan hasil panenya akan dijual ke pasar rakyat yang ada sini." Jelas nya. (fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kecelakaan Kapal Pekerja Migran di Pulau Rupat, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Pendidikan
Hari Pramuka ke-65, Logo dan Tema Resmi 2026
-
Politik
DPRD Riau Masuk Tahap Akhir Penanganan Parisman dan Indra Gunawan
-
Ekbis
BRK Syariah Didorong Jadi Mitra Perbankan Perusahaan di Riau
-
Pendidikan
Keracunan MBG di Dumai, 45 Siswa Dirawat
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?

