Pemkab Pelalawan Gandeng PTPP Kembangkan Teknologi Peternakan
Selasa, 29 April 2014 16:45 WIB
PELALAWAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan bersama Pusat Teknologi Produksi Pertanian (PTPP) melakukan penandatanganan memorandum of understansing (MoU) untuk pengembangan teknologi peternakan sapi Australia di Kabupaten Pelalawan.
Penandatanganan kerja sama yang dipusatkan di ruang rapat Kantor Bupati Kabupaten Pelalawan ini dihadiri Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian (PTPP) Pusat, Nenie Yuistiningsih, Deputi Teknologi Agro Industri dan Bio Teknologi (TAB) BPPT Pusat, Listiyani W.
Sedangkan dari Pemkab Pelalawan dihadiri oleh Bupati Kabupaten Pelalawan, HM Harris, Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Pelalawan, Wahidudin, Kepala Bappeda, Syahrul Syarif, Asisten Bidang Administrasi Pembangunan Setdakab Pelalawan, Atmonadi.
Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Pelalawan HM Harris mengatakan, bahwa pertemuan yang dilakukan merupakan lanjutan dari pertemuan Pemkab Pelalawan dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi BPPT saat berada di Australia.
Dimana Pemkab Pelalawan menyatakan keseriusan untuk melakukan pengembangan teknologi ternak sapi Australia di lahan teknopolitan. Pemkab Pelalawan bersama BPPT sejak lama telah melakukan pengkajian soal pengembangan teknologi sapi impor asal Australia di Pelalawan.
Teknologi ini juga seiring dengan persiapan Pelalawan dalam membuka lahan kawasan teknopolitan sebagai tempat riset dan pengembangan produksi melalui teknologi. Sedangkan lahan di kawasan teknopolitan Pelalawan sangat memenuhi aspek untuk pengembangan ternak sapi.
“Untuk itu, tahap awal ini, sebanyak 30 ekor sapi Australia akan didatangkan guna merealisasikan teknologi ini. Namun demikian, Untuk lokasi awal teknologi peternakan ini, sepenuhnya akan diserahkan kepada Disnak Pelalawan,” terang Bupati seperti dilansir Riau Pos, Selasa (29/4/2014).
Sementara itu, Deputi Teknologi Agro Industri dan Bio Teknology Pusat, Listiyani W mengungkapkan, bahwa Pemkab Pelalawan sangat serius dan peduli dengan pengembangan teknologi.
“Kami bersama Pemkab Pelalawan sudah bersama-sama membahas kawasan teknopolitan. Sedangkan kawasan teknopolitan ini dinilai sangat potensial dalam pengembangan produksi sapi berbasis teknologi,” paparnya.
Disinggung terkait pakan dari limbah industri sawit, Deputi TAB-BPPT ini mengungkapkan, bahwa saat ini masalah tersebut masih dalam kajian dan akan menjadi prioritas di mana tata pelaksanaannya masih digodok di Kementerian Pertanian.
Menurutnya, tidak diragukan lagi potensi produksi perkebunan sawit di Pelalawan cukup besar yang menjadi salah satu keunggulan industri hilir dalam pembangunan kawasan teknopolitan.
“Namun, limbah industri sawit yang akan digunakan sebagai pakan ternak perlu menjadi prioritas untuk mengurangi emisi serta menangkis isu kampanye yang menyesatkan. Kami tentunya sangat apresiasi kepada Pemkab Pelalawan,” ujarnya.***(dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

