• Home
  • Ekbis
  • Pemkab Siak Harapkan Lima BUMD Optimalkan Capaian PAD

Pemkab Siak Harapkan Lima BUMD Optimalkan Capaian PAD

Selasa, 24 Mei 2016 15:53 WIB
SIAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak, memiliki lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bergerak di berbagai bidang yang dimodali dengan dana miliaran rupiah. Sayang, PAD yang diharapkan masuk ke kas daerah dari kelimanya, sangat tidak optimal.

Perusahaan itu adalah, PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang bergerak disektor Minyak dan Gas (Migas), PT Permodalan Siak (Persi) yang bergerak dibidang permodalan rakyat.

PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang bergerak dibidang pengelolaan dan jasa, PT Siak Pertambangan Energi (SPE) yang bergerak dibidang jasa khususnya pencucian sumur minyak tua‎, dan Perusahaan Dagang (PD) Sarana Pembangunan Siak (SPS). 

Untuk menunjang jalannya operasional lima perusahaan BUMD Siak tersebut, Pemkab Siak memberikan modal dengan harapan seluruh perusahaan dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau dapat memberikan deviden. 

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Siak M Arifin, kepada wartawan di ruang kerjanya bahwa penyertaan modal ke BUMD yang ada sudah lama, dan dari lima perusahaan yang, ada yang telah memberikan deviden dan ada juga yang belum. 

"Dari BUMD Siak yang ada, sudah mendapatkan pembagian deviden. Dan ada juga yang belum, karena masih dalam tahap proses pengembangan dan pengelolaan," terang Arifin. 

Penyertaan modal yang diberikan Pemkab Siak yakni, PT BSP diberikan modal ditahun 2004 dan 2007 dengan total Rp180 miliar. Dan dapat memberikan deviden ke Pemkab Siak tiap tahunnya, di 2015 lalu deviden yang diberikan sebesar Rp170 miliar, dan di 2016 ini akan diberikan deviden sekitar Rp26 miliar. 

Dan perwakilan Pemkab Siak menjabat Komisaris di perusahaan tersebut adalah Tengku Said Hamzah yang saat ini di Pemkab Siak menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Siak, dan Yan Prana Jaya yang saat ini di Pemkab Siak menjabat Kepala Bappeda. 

‎Selain itu, PT Persi dengan jumlah penyertaan modal dari Pemkab Siak dengan total Rp325 miliar dengan rincian 2006 sebesar Rp7 miliar, 2007 sebesar Rp30 miliar. Dan aset berupa kebun sawit dan tanaman sekitar Rp288 miliar. 

Dan perusahaan memberikan deviden ke Pemkab Siak, di 2015 lalu sekitar Rp682 juta, dan di 2016 ini direncanakan mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp900 juta‎. 

Dalam perusahaan tersebut perwakilan Pemkab Siak bertindak sebagai Komisaris yakni Amzar yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Siak, dan Wan Bukhori yang saat ini menjabat Kadis Perindag Siak. 

Lainnya, PT KITB dengan total modal yang diberikan Pemkab Siak sekitar Rp37,5 miliar pada 2004 lalu. Dan untuk deviden, hingga saat ini belum ada yang dapat diberikan karena masih dalam tahap pengembangan. 

Sementara perwakilan Pemkab Siak yang menjabat Komisaris di perusahaan itu adalah, Said Arif Fadilah yang saat ini menjabat Kepala DPPKAD, dan Nurmansyah saat ini menjabat Kadis Sosnakertrans. 

Dan untuk PT SPE, disertakan modal dari Pemkab Siak dengan total Rp79,2 miliar dengan rincian 2007 sekitar Rp17 miliar dan 2009 berupa aset alat kerja pencucian sumur minyak tua. 

Dan memberikan deviden ke Pemkab Siak, di 2015 lalu sekitar Rp300 juta, dan untuk 2016 ini belum diberikan karena pihak perusahaan belum melakukan RUPS. 

PD SPS, modal yang diberikan Pemkab Siak sekitar Rp16,5 miliar. Dengan rincian 2001 sekitar Rp1 miliar, dan 2004 sekitar Rp500 juta, serta di 2007 sekitar Rp15 miliar yang diberikan ke anak perusahaan PT SPN. 

Untuk deviden yang diberikan ke Pemkab Siak belum ada, dan perwakilan Pemkab Siak yang menjabat Badan Pengawas yakni Rahmansyah saat ini menjabat Kadisdukcapil, dan Heriyanto saat ini menjabat Kepala BPMP2T. 

‎"Penyertaan modal dari Pemkab Siak ke BUMD yang ada, sudah tidak ada lagi sejak 2011 lalu," ujar M Arifin. 

Ditambahkan Kabag Perekonomian, bahwa untuk PT KITB sudah ada wacana masuknya investor dari luar yang akan menjalankan usahanya di KITB tersebut. Dan masih terus dioptimalkan.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar