• Home
  • Ekbis
  • Perputaran Uang Selama ICE di Dumai Tembus Rp13 Miliar

Perputaran Uang Selama ICE di Dumai Tembus Rp13 Miliar

Sabtu, 14 Juni 2014 21:29 WIB

DUMAI - Koordinator Indonesia City Expo (ICE) 2014 Pemko Dumai, Hendri Sandra mengklaim selama berlangsungnya pameran promosi seni budaya daerah, terjadi perputaran uang mencapai Rp 13 miliar.

"Sedikitnya Rp 13 miliar perputaran uang di Kota Dumai dengan rata-rata Rp 2,6 miliar per hari dari seluruh transaksi," kata Hendri ketika dikonfirmasi riauterkinicom melalui telepon selulernya, Senin (26/5/14).

Dia menjelaskan, selama 5 hari penyelenggaraan ICE, sejak 21 Mei hingga 25 Mei kemarin terkait pelaksanaan Rakernas Apeksi, pihaknya mengaku cukup puas dengan gelaran iven nasional tersebut.

"Jumlah perputaran uang dalam kegiatan ICE yang terpusat di Taman Bukit Gelanggang, Jalan HR Subrantas, Kecamatan Dumai Timur ini, sebagian besar bersumber dari banyaknya orang yang datang ke Dumai," ungkapnya.

Dijelaskan Hendri Sandra, tamu dari dua iven tersebut tercatat lebih 4.000 orang. Belum lagi pedagang kaki lima yang datang dari luar daerah selama kegiatan, jumlahnya cukup banyak ketimbang iven tahun sebelumnya.

"Efek positif dari pelaksanaan ICE yaitu geliat ekonomi yang meningkat pesat tidak berhenti sampai disini, namun diharapkan tetap semangat dan berkelanjutan dalam memproduksi produk unggulan," kata Hendri Sandra.

Lebih lanjut ia mengatakan, hal yang paling menarik dalam APEKSI X dan ICE 2014 terkait peningkatan produksi masing-masing kota. Hal itu untuk persiapan kota-kota se-Indonesia, dalam menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015 mendatang.

"Sedangkan yang menjadi bahan evaluasi bagi kami terkait kesiapan lebih matang untuk menghadapi iven besar lainnya. Kendala tersebut adalah transportasi dan penginapan yang selama ini belum bisa mengakomodir para tamu," jelasnya.

Sebenarnya menurut dia hal itu wajar, karena Dumai satu-satu kota kecil, di luar ibukota provinsi, yang berhasil menjadi tuan rumah APEKSI dan ICE.

"Kita lain se-level Dumai belum pernah melakukannya. Namun kekurangan itu menjadi catatan penting untuk dibicarakan ke pihak provinsi,” ujarnya.

Sebelumnya, Asisten I Pemko Dumai Dwi Oristiawan mengatakan, Pemerintah Kota Dumai memberikan apresiasi yang membanggakan kepada kota-kota yang hadir di Dumai. Meski berada di kota yang jauh dari pusat Ibukota, namun, tamu-tamu se-Indonesia tidak menjadikan catatan penting yang patut dibicarakan.

“Tema kita persiapan menghadapi ekonomi global ke depan. Jadi, setiap kota merasakan pentingnya kita bersatu se-Indonesia, menggedor daya saing dan produksi. Ini yang patut kita jadikan pelajaran,” katanya.

Ia juga tidak ingin, iven ini hanya tinggal catatan dan kenangan. Tapi ada dampak positif bagi perkembangan Dumai. Setidaknya, Dumai sudah dikenali oleh semua kota yang ada di Indonesia. “Tinggal lagi kita dengan masyarakat Dumai lebih mempersiapkan diri,” pungkasnya.***(adv/hum/din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ekbis
Komentar