Wagubri Ngotot Riau Harus Dapat Kelola Blok Siak
Jumat, 09 Mei 2014 18:32 WIB
PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan sejumlah daerah di provinsi tersebut harus mendapat porsi dalam mengelola Blok Siak yang masih mampu memproduksi minyak mentah sekitar 2.000 barel per hari.
"Kita memang sudah lama punya keinginan untuk ikut terlibat dalam mengelola ladang minyak bernama Blok Siak yang dulu dikelola oleh Chevron (PT Chevron Pacific Indonesia/CPI) tersebut," katanya di Pekanbaru, Jumat.
Menurut dia, pihaknya yakin mampu merealisasikannya dalam memenuhi keinginan tersebut yang akan berjuang terus untuk bisa dilibatkan dalam pengelolaan Blok Siak yang kini telah beralih ke perusahaan plat merah PT Pertamina.
Jika sejumlah daerah di Riau diberikan kepercayaan mengelola blok tersebut, maka jawaban yang didapat pasti akan siap. Karena Riau telah memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Riau Petroleum yang dipersiapkan untuk mengelola Blok Siak.
Riau Petroleum yang ditunjuk untuk mengelola ladang minyak tersebut, bersinergi bersama perusahaan plat merah, maka BUMD dituntut harus benar-benar siap terutama dari segi permodalan yang akan disuntikan dari beberapa pemerintah daerah di Riau.
"Jadi tergantung dari kemauan kita (pemerintah daerah). Kalau ingin mendapat porsi lebih besar, kita tentunya harus lebih siap baik dari segi finansial maupun sumber daya manusia," ucapnya.
Meski demikian, berapa porsi yang diinginkan pemerintah daerah di Riau belum dapat diputuskan, karena perlu ada rembukan dengan empat kabupaten di provinsi tersebut yang dilewati oleh Blok Siak.
"Kami merasa yakin keinginan Riau untuk ikut dilibatkan dalam pengelolaan blok itu sudah diakomodir pemerintah pusat. Pertemuan yang kami lakukan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sudah adanya titik terang," ujarnya.
Pada Rabu (23/4), Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman bersama beberapa kepala daerah di provinsi itu menemui Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo untuk membicarakan peran daerah dalam mengelola sektor minyak dan gas bumi terutama Blok Siak.
Seperti diketahui, PT Pertamina ditunjuk pemerintah untuk mengelola dua ladang minyak sekaligus yakni Blok Siak dari PT Chevron Pacific Indonesia serta Blok Kampar dari tangan PT Medco EP Indonesia pada 27 November 2013.
"Pengelolaan kedua blok tersebut mulai 28 November pukul 00.00 diserahkan kepada Pertamina sebagai perusahaan milik negara," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik.
Khusus untuk partisipasi daerah, pihak badan usaha milik daerah di Riau bisa melakukan pembicaraan "B to B" dengan Pertamina setelah sepenuhnya dipegang oleh Pertamina, kata Jero Wacik.
Medco selaku operator sudah mengelola Blok Kampar selama 30 tahun dan sudah habis kontraknya per tanggal 5 Juli 2013. Sementara itu, Chevron yang mengelola Blok Siak kontraknya berakhir pada 27 November 2013.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

