Wamentan Sarankan Petani Riau Jangan Beli Bibit Palsu
Jumat, 28 Februari 2014 09:47 WIB
PEKANBARU - Wakil Menteri Pertanian RI Dr Rusman Heriawan meminta petani di Riau agar jangan lagi membeli bibit sawit palsu karena akan sangat mempengaruhi penurunan produksi sawit, apalagi Riau merupakan daerah yang memiliki lahan terluas perkebunan di Indonesia.
"Ini tidak boleh lagi terjadi, sebab pembelian bibit sawit palsu bisa mempengaruhi produksi sawit secara nasional dan sumbangan Riau paling besar karena memiliki lahan sawit terluas pertama di Indonesia," kata Wamentan RI Rusman Heriawan di Pekanbaru, Kamis.
Ia mengatakan itu ketika berbicara sebagai "key note speaker" dalam Musda ASPEK PIR ketiga Riau dan seminar nasional, digelar 27-28 Februari 2014 yang diikuti 400 peserta berasal dari petani plasma, ASPEKPIR, serta perusahaan besar, instansi terkait lainnya.
Menurut Mentan, selama ini petani sawit cenderung membeli bibit Aspal (asli tapi palsu,red), dengan pemikiran tingkat petani kalau ada yang murah kenapa beli yang mahal.
Padahal, katanya lagi, dengan menggunakan bibit palsu, petani selama empat tahun mempertaruhkan untung dan rugi produksi kebunnya sendiri dan yang rugi pada akhirnya adalah petani juga.
"Ini menjadi tanggungjawab pemerintah daerah dan perusahaan besar untuk membina petani agar tidak lagi membeli bibit palsu karena berdampak terhadap produksi secara keseluruhan untuk sawit Indonesia," katanya dan menambahkan kebijakan ini diperlukan lebih untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Oleh karena itu, dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani, kata Wamentan lagi, pihaknya sedang mendiskusikan program replanting sehingga ada ada inovasi di kebun swadaya seperti inovasi yang dilakukan PT Sinarmas mengenai pembiayaan replanting dan termasuk juga untuk biaya hidup petani.
Paling tidak, katanya empat tahun replanting berpengaruh terhadap beban biaya hidup petani sehingga tanaman hortikultura dan kacang-kacangan akan membantu kebutuhan biaya hidup petani. "Saat menunggu umur replanting tanaman mulai berproduksi, petani bisa hidup dengan menjual produksi tananaman tumpang sari itu," katanya.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

