BI Fasilitasi 12 Petani Hidroponik Berlatih di Parungfarm

    Kamis, 11 Desember 2014 15:04 WIB
    PEKANBARU : Setelah memberikan pelatihan untuk 60-petani hidroponik di Pekanbaru, Bank Indonesia kemudian memfasilitasi 12 petani hidroponik terpilih untuk meningkatkan kemampuan bertani tanaman hidroponik di Parungfarm.

    Menurut Manager Unit Akses Keuangan dan UMKM Bank Indonesia Kantor Perwakilan Riau, Syahruddin Harahap Kamis (12/12/14) mengatakan bahwa sebelumnya, Bank Indonesia sudah melatih sedikitnya 60 petani hidroponik se- Pekanbaru. 

    Setelah dilakukan evaluasi, maka petani yang berhasil membudidayakan tanaman sayuran secara hidroponik difasilitasi untuk menambah pengetahuannya di Parungfarm.

    "Ke- 12 petani hidroponik yang dilatih Bank Indonesia sebelumnya berhasil mengembangkan berbagai jenis tanaman sayuran seperti kangkun, bayam, cabe, selada maupun sawi. Untui memperkaya pengetahuan mereka, ke-12 petani hidroponik tersebut kita berangkatkan ke Parungfarm guna menambah pengetahuan dan kemampuan mereka," terangnya.

    Direktur Parungfarm, Yudi Supriyono mengatakan bahwa Parungfarm memiliki 2 pusat hidroponik. Satu di Parung Bogor dan satu di Puncak Bogor. Khusus untuk Parung Bogor karena berada di dataran rendah, maka jenis tanaman yang dikembangkan terbatas. 

    Seperti kangkung dan bayam serta lainnya. Sementara untuk Parungfarm di puncak Bogor, dikembangkan tanaman selada dan sawi Thailand, pokcoi dan lainnya.

    Disinggung mengenai produksi pusat hidroponik Parungfarm, Yudi mengatakan bahwa produksi Parungfarm disuply ke berbagai pusat perbelanjaan di Jakarta. Sebagian lainnya dijual secara langsung ke konsumen yang langsung mengunjungi lokasi pusat hidroponik Parungfarm.

    Salah satu petani hidroponik, Nur menyatakan bahwa dengan kegiatan pelatihan yang diusung Bank Indonesia sangat bermanfaat terhadap dirinya yang hanya memiliki lahan sempit di seputar rumahnya. 

    Dengan bertani hidroponik, ia mengaku dapat menambah biaya dapur rumah tangganya yang saat ini tengah susah dengan naiknya harga barang kebutuhan pasca kenaikan harga bbm.

    "Berhidroponik di halaman rumah selain mendapatkan penghasilan tambahan, kebutuhan rumah tangga akan sayuran juga tercukupi. Dengan demikian, biaya kebutuhan rumah tangga dapat dihemat," terang Nur.

    (H-we)  
    IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
    Tags
    Komentar