Anggota DPRD Riau Sugeng Diancam Dibunuh Sebelum Dipukuli
Kamis, 22 Januari 2015 16:52 WIB
PEKANBARU - Anggota DPRD Provinsi Riau, Sugeng Pranoto menuturkan pengakuan yang cukup mengagetkan publik. Pasalnya, dalam insiden pengkroyokan itu, dia ternyata sempat diancam akan dibunuh oleh kedua oknum TNI AU.
Demikian hal tersebut disampaikan Sugeng Pranoto di gedung DPRD Provinsi Riau. "Di hari yang sama saat itu di kantor PDI-P saya memang sempat diancam akan dibunuh," katanya, Kamis (22/1/2015).
"Berani kau keluar dari pagar (pagar kantor PDI-P-red) akan kubunuh," kata Sugeng mengikuti acaman yang dilontarkan oknum TNI tersebut.
Lebih lanjut disampaikan politisi partai banteng moncong putih tersebut, sebelum pemukulan terjadi sudah ada pembahasan dengan Azizah yang diduga menjadi otak pelaku pemukulan tersebut.
"Awalnya memang ada pembicaraan dengan baik. Kemudian karena ada keinginan beliau yang tidak saya ikuti akhirnya terjadilah pemukulan tersebut. Yang juga disaksikan oleh Azizah dah sejumlah orang termasuk satgas PDI-P, " paparnya.
Kenginan yang dimaksud adalah, Azizah meminta kepada Sugeng untuk menandatangani kesepakatan bahwa mobil operasionalnya sebagai anggota DPRD dijadikan jaminan dalam persoalan bisnisnya.
"Tentu saja tidak mau kalau mobil dinas ini dijadikan jaminan. Inikan mobil operasional yang tentu harus dipakai sesuai dengan kegunaanya. Karena penolakan itulah pemukulan terjadi," sambungnya.
Sugeng juga menceritakan bahwa antara dirinya dengan Azizah yang diyakini seorang staff di DPRD Kota Pekanbaru sudah melakukan kesepakatan bisnis dengan menggunakan uang Azizah Rp170 juta.
"Saya sudah bayarkan 38 juta. Namun yang saya bayarkan ini tidak dianggap. Kemudian yang bersangkutan juga sudah menikmati hasilnya. Saya juga tidak percaya malah jadi seperti ini ujungnya," ujarnya.
Sedangkan terkait dengan kodisi fisik Sugeng pasca dipukul oleh oknum TNI dan TNI AU masih dalam keadaan nyeri dibagian iga sebelah kiri. "Saya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter kemarin sore. Makanya hari ini saya sudah ngantor. Untuk kondisi memang masih ada rasa sakit di bagian iga sebelah kiri, kalau pusingnya sudah berkurang," lanjutnya.
Sementara itu, terkait dengan persoalan hukum dirinya belum mengetahui informasinya lebih lanjut. Namun, dirinya yakin baik dari Kepolisian maupun TNI AU akan menindak oknum tersebut sesuai dengan hukuman yang berlaku.
"Danlanud sudah meminta maaf secara pribadi dan institusi. Kemudian prajurit juga sudah dikurung. Kita harapkan dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku. Kemudian di Polresta saya belum tahu seperti apa perkembangannya. Informasi terakhir yang saya terima nomor hand phone Azizah tidak aktif dan saat didatangi rumahnya yang bersangkutan juga tidak ada," jelasnya lagi.
Lebih lanjut dirinya berharap agar Lanud tidak membiarkan hal yang serupa terjadi kembali. Terutama adanya oknum yang memback up kegiatan bisnis.
"Kita meminta ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku kemudian ini juga harus ada perhatian serius supaya prajurit ini tidak dibiarkan memback up urusan bisnis," harapnya.
(yud/yud)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
Banmus Jadwalkan Pelantikan Ketua DPRD Riau Meski SK Masih di Mendagri
-
Hukrim
Keberadaan KPAID Rokan Hulu Dipertanyakan
-
Hukrim
Direktur PT GTC Resmi Tersangka Atas Kasus Penipuan Travel Perjalanan Umroh
-
Hukrim
Demo Ratusan Mahasiswa Turunkan Jokowi-JK Berlangsung Ricuh di DPRD Riau
-
Hukrim
WN Malaysia Ditangkap Polisi Pekanbaru
-
Hukrim
Operasi Simpatik 2015 Libatkan 330 Petugas Gabungan

