Kasus penamparan Waka Ombudsman RI
Azlaini: Memang masalah saya tampar kamu
Rabu, 30 Oktober 2013 09:09 WIB
PEKANBARU - Sehabis menampar karyawan Gapura grup PT Garuda Indonesia, Yana Novia, Wakil Ketua Ombudsman RI, Azlaini Agus, dikatakan mengungkapkan rasa tidak bersalahnya.
"Habis nampar saya, Ibu Azlaini mengatakan memang masalah saya nampar kamu," kata Yana menirukan kalimat Azlani saat itu, di Pekanbaru, Selasa (29/10/2013).
Setelah ditampar, Yana sontak langsung protes kepada Azlaini mengapa dirinya diperlakukan seperti itu. Dia mengaku juga tidak mengetahui permasalahan dirinya ditampar.
"Habis ditampar saya bilang ke beliau, mengapa ibu menampar saya? Ibu kan orang terkenal dan orang berpendidikan. Habis dipukul saya menangis," aku Yana.
Meskipun begitu, ia mengira jika tamparan yang mendarat di wajahnya lantaran adanya keterlambatan penerbangan pesawat Garuda dari Pekanbaru ke Sumatera Utara.
"Saya memberitahukan ke penumpang mengenai keterlambatan itu. Saya tidak khusus bicara pada dia, tetapi kepada semua penumpang. Tapi entah mengapa dia langsung menampar saya," akunya lagi.
Atas kasus penganiyaan itu, Yana berharap agar laporannya ke polisi segera ditindak lanjuti. "Saya serahkan kasus ini ke pihak kepolisian untuk memprosesnya," tukasnya.
Sebelumya, Azlaini membantah kalau dirinya melakukan penamparan saat berada di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Mantan anggota DPR RO mengaku hanya memarahi saja.***
sumber: sindonews.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

