Bocah 6 Tahun Dipaksa Oral Seks dan Diajak Mesum
Kamis, 06 November 2014 18:30 WIB
PEKANBARU : Kekerasan seksual kembali terjadi di Riau, kali ini dialami TA (6). Bocah perempuan asal Simalungun, Sumatera Utara ini jadi korban pencabulan yang dilakukan Cipluk warga kabupaten Siak.
Korban dipaksa untuk melakukan oral seks dan hubungan badan layaknya suami istri.
Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Kamis (6/11) kepada merdeka.com mengatakan, orangtua korban sebagai pelapor membuat laporan resmi ke Polres Siak sebagai upaya hukum.
"Kasus ini tengah kita selidiki, korban dan orangtuanya sudah memberikan keterangan. Pelaku pun sudah kita amankan guna proses penyelidikan lebih lanjut,"katanya.
Data di kepolisian menyebutkan, kejadian pilu yang dialami korban saat tinggal bersama neneknya, pada Bulan Oktober 2014. Saat itu korban sedang bermain ke rumah neneknya di Libo Baru Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak Riau.
Namun, tiba-tiba Cipluk mendatangi korban lalu mengajaknya ke sebuah tempat untuk melayani syahwatnya. Meski awalnya memberontak, namun korban tak dapat berbuat banyak. Hal ini karena Cipluk memaksa dan mengancam akan membunuh korban jika melakukan perlawanan.
Usai melampiaskan hasratnya, Cipluk juga mengancam korban untuk tidak menceritakan kejadian itu kepada siapapun khususnya kepada sang nenek. Jika diceritakan, korban diancam akan dibunuh. Merasa terancam, korban terpaksa bungkam saat pulang ke rumah neneknya.
Beberapa waktu kemudian, korban meminta diantar pulang ke rumah orangtuanya di Kelurahan Nagori Bandar Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun, Sumut.
Setelah sampai di kampung halaman, sang Ibu inisial Ft (27), melihat gelagat aneh dari sang anak yang tidak seperti biasanya. Tidak terlihat lagi senyum dan keceriaan dari wajah sang anak. Tak ayal, sang Ibu menanyakan perubahan psikologis anaknya.
Setelah dibujuk sang ibu untuk mengatakan apa sebenarnya yang terjadi pada anaknya, korban akhirnya mengaku telah dipaksa untuk oral seks melakukan hubungan badan oleh Cipluk.
Geram mendengar pengakuan sang anak, Ft pun berangkat ke Kabupaten Siak, Riau untuk mencari keberadaan Cipluk.
Sesampai di Siak, Ft bersama keluarganya melaporkan kejadian yang dialami anaknya, dengan harapan polisi menindaklanjuti perbuatan bejat si Cipluk pelaku cabul itu.
(mdk/red)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Syamsuar Sampaikan Bahaya Berita Hoax Kepada Ribuan Masyarakat Siak
-
Pendidikan
Disdik Riau Berhasil Selesaikan Kisruh PPDB SMA di Siak
-
Traveler
Kabupaten Siak Bakal Punya Gedung Cagar Budaya
-
Sosial
Bupati Siak Curhat Soal Karlahut dan Berbagai Persoalan ke Wantasnas
-
Hukrim
Berikut Ini Deretan Kasus Korupsi Dilingkungan Pemkab Siak
-
Pendidikan
Masyarakat Tualang di Siak Berharap Anaknya Sekolah Negeri

