• Home
  • Hukrim
  • Brimob Gelar Ilustrasi Penangkapan Perampok

HUT ke-69 Brimob

Brimob Gelar Ilustrasi Penangkapan Perampok

Jumat, 14 November 2014 17:58 WIB
Sempena HUT-nya yang ke-69, Brimob menggelar ilustrasi penangkapan perampok di Mako Brimobda Riau. Masyarakat berharap, ilustrasi itu dapat direalisasikan menangkap dua gembong penjahat sadis Yusuf dan Edi Palembang.
PEKANBARU : Dalam rangka HUT ke-69 Brimob, digelar acara ilustrasi penangkapan perampok di Mako Brimobda Riau, Jumat (14/11/14). Masyarakat meminta agar polisi tidak hanya melakukan ilustrasi. 

Karena dua gembong perampok Edi Palembang-yang menembak polisi hingga tewas- dan Yusuf Palembang-yang menewaskan Mulyono (58)- belum tertangkap. 

Ilustrasi aksi tujuh perampok bank bersenjata api berhasil digagalkan pasukan Anti Gerilya Brimob Polda Riau usai terjadi kontak tembak sengit. Dalam kontak senjata itu, tiga pelaku rampok dan seorang personil Brimob terluka terkena tembakan. 

Acara itu langsung disaksikan oleh Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman, Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan serta pejabat utama Polda Riau dan undangan lainnya. 

Mereka dengan terpana menyaksikan aksi pasukan Anti Gerilya, Anti Teror, Gegana dan personil Resmob yang unjuk kemampuan sebagai bentuk menjaga situasi keamanan di Riau. 

Salah seorang undangan yang diundang dari organisasi masyarakat yang namanya enggan disebutkan itu menilai bahwa ilustrasi perampok tersebut bukanlah hal yang menarik. Karena masyarakat menginginkan perampok sebenarnya tertangkap. 

"Masyarakat menginginkan penangkapan yang sebenarnya. Bukan ilustrasi," menurutnya saat diwawancarai riauterkini.com di sela acara. 

Menanggapi itu, Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya tengah memburu kedua DPO (daftar pencarian orang) itu. 

"Kita minta masyarakat bersabar, semua anggota sudah kita turunkan dalam pengejaran, mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku bisa tertangkap," ujar Kapolda Riau, Brigjen Pol Drs Dolly Bambang Hermawan, Jumat (14/11/2014) siang. 

Polda juga menurunkan anggota untuk membantu Polresta Pekanbaru menangkap dua gembong itu. Anggota yang diturunkan dari Jatanras dan resmob. 
"Selain itu koordinasi juga kita lakukan bersama jajaran Polda provinsi lain, mengingat pelaku adalah residivis dan pelaku kriminal di beberapa provinsi, seperti Jambi, Palembang dan Sumbar," pungkasnya.

(gem/gem)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar