Buruh dan Suplyer Meterial Ancam Pidanakan PT. Riau Makmur
Rabu, 11 Mei 2016 22:19 WIB
DUMAI - Puluhan massa Pekerja dan Suplayer melakukan aksi demo di gedung Terminal Penumpang Pelabuhan Roro Dumai-Rupat, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Rabu (11/5/16).
Mereka menuntut upah hasil keringat selama bekerja dan juga pembayaran material pembangunan Parkir, Parit, Pagar dan Turap di wilayah Pelabuhan Penumpang Roro Dumai-Rupat, Kabupaten Bengkalis.
Pembangunan proyek itu menggunakan dana APBN dengan nilai sekitar Rp 8,3 Miliyar tahun 2015. Puluhan buruh itu juga membawa sepanduk bertuliskan "Bayar Upah Kami, Bayar Pembangunan Material Kami dan Bayar Hak Kami".
Hendriyanto Putra, sebagai Koordinator dan Suplayer gabungan pekerja menyebutkan, kedatangan mereka menuntut Upah dan Material yang belum dibayar oleh PT. Riau Makmur yang merupakan Sub Kontraktor sebesar Rp. 1,3 Miliyar.
Ditambahkannya, para buruh yang hasil keringatnya belum dibayar berjumlah sekitar 50 orang dengan upah yang perlu dibayar secara global sekitar 125 juta.
Dijelaskannya, para buruh sebelumnya telah dijanjikan oleh PT. Riau Makmur bahwa hasil upah mereka dan material pembangunan proyek tersebut akan dibayar pada bulan Februari 2016.
Namun setelah itu dilakukan pemunduran pada Bulan April. Nyatanya sampai saat ini belum juga dilakukan pembayaran.
"Kami sempat melakukan pertemuan kepada pihak PT. Riau Mandiri, namun tidak ada kejelasan. Dari itu kami merasa kecewa atas janji yang diberikan tersebut," ujarnya.
Menurutnya, sejuah ini dilihat itikad baik dari PT. Riau Makmur untuk membayar Upah dan Material pembangunan belum terlihat, sebab sejauh ini perusahaan hanya mengubar janji kepada para buruh saja.
Ditegaskannya, pihak Buruh dan Suplayer memberikan deadline ataupun tenggat waktu pelunasan Upah dan Material kepada pihak PT. Riau Makmur untuk segera membayar pada tanggal 25 Mei 2016 mendatang.
"Jika tidak juga dilakukan pembayaran pada tanggal tersebut, kami akan membawa persoalan ini keranah hukum. Itulah jalan terakhir kami untuk menuntaskan persoalan ini," tegasnya.
Pantauan dilapangan, aksi damai yang dilakukan para Buruh dan Suplayer di depan gedung Terminal Penumpang Pelabuhan Roro berjalan damai.
Dalam aksi itu juga terlihat, sebanyak 47 personil Kepolisian Resor (Polres) Dumai turut berjaga-jaga, mengamankan dan mengawal jalannya prosesi Aksi Damai yang dilakukan oleh para Buruh dan Suplayer.
(rdk/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
180 PMI Bermasalah Kembali Dipulangkan dari Malaysia Lewat Pelabuhan Dumai
-
Maritim
KSOP Dumai Gelar Bersih Pantai dalam Rangka Peringatan Harhubnas 2024
-
Ekbis
Aktivitas Bongkar dan Penyimpanan Rokok Gudang Garam di Dumai Resmi dan Legal
-
Traveler
Warga Indonesia Masuk Malaysia Tak Perlu Booster atau Tes Antigen
-
Hukrim
Masuk Daftar Cekal, Indonesia Tolak WNA Malaysia di Pelabuhan Dumai
-
Ekbis
PT Sari Dumai Sejati Bersama KSOP Dumai Latihan Exercise ISPS Code

