• Home
  • Maritim
  • PT. Riau Makmur Diminta Segera Bayar Hutang Rp1,3 Miliar

PT. Riau Makmur Diminta Segera Bayar Hutang Rp1,3 Miliar

Rabu, 11 Mei 2016 22:02 WIB
DUMAI - Puluhan pekerja dan Supplier PT. Riau Makmur melakukan aksi demo di Terminal Penumpang Pelabuhan Roro Dumai-Pulau Rupat, Rabu (11/5/2016). 
 
Puluhan massa yang melakukan aksi demo menuntut sisa pembayaran pengerjaan proyek pembangunan halaman parkir terminal penumpang Pelabuhan Roro tersebut. 

Mereka tampak membentangkan spanduk tuntutan kepada perusahaan yang merupakan pemenang proyek pembangunan areal Terminal Penumpang di Pelabuhan Roro ini. 

Pengakuan para pekerja, proyek ini sudah rampung sejak Desember 2015 silam. Tapi hingga Mei 2016 ini, belum ada kejelasan perihal pembayaran lanjutan. Begitu juga upah para pekerja.
 
Pekerja dan suplier PT. Riau Makmur mengatakan bahwa jumlah utang yang mesti dibayarkan perusahaan mencapai Rp 1,365 Miliar. Termasuk upah mereka senilai Rp 152 Juta lebih.
 
Kemudian utang material senilai Rp 498 Juta dan Rp 715 Juta untuk utang Ready Mix. Utang ini sudah beberapa kali dijanjikan bakal dibayar oleh pimpinan PT Riau Makmur.
 
"Kami ingin pihak perusahaan segera membayarkan hak kami. Kami melaksanakan aksi ini bentuk kekecewaan karena tidak mendapatkan upah," ujar Koordinator Pekerja dan Suplier PT.Riau Makmur, Hendri Yanto Putra.

Hendri juga meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau untuk mengambil langkah tegas mengenai persoalan ini. Mengingat, pekerjaan sudah rampung dan masih meninggalkan beban.

"Tolong bayar keringat kami. Tolong bayar bahan material kami. Bayar upah kami," ucapnya sembari membentangkan spanduk kecil di sekitaran lokasi halaman parkir terminal penumpang Pelabuhan Roro.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, Bambang Sumatri langsung datang ke lokasi demo yang dilakukan puluhan massa tersebut untuk membantu mencarikan jalan keluarnya.

"Saya harapkan kepada pihak perusahaan untuk secepat mungkin menyelesaikan persoalan ini dengan para pekerja dan supplier. Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut," ucap Bambang Sumantri.

(rdk/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pelabuhan
Komentar